banner 728x250

Soal Gelaran PIFAF, Rahim : Dimana Berhasilnya?

Abdul Rahim Anggota DPRD Prov. Sulawesi Barat

Enewsindonesia.com — Menyikapi pelaksanaan agenda Polewali Mandar International Folk dan Art Festrval (PIFAF) ke – 4, yang rencananya hari ini akan resmi dibuka, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat Abdul Rahim angkat bicara.

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat Abdul Rahim mengatakan, jika pelaksanaan PIFAF sebagai ajang memperkenalkan budaya, adat istiadat, dan pariwisata Kabupaten Polewali Mandar, maka salah satu pertanyaan mendasar adalah bagaimana hasil evaluasi perjalanannya, mengingat agenda serupa itu telah kali ketiga diselenggarakan, terkhusus dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat.

banner 728x250

“Kalau Direct Effect atau memberikan dampak secara langsung secara ekonomi kepada masyarakat, terhadap pengenalan pada dunia luar atau negara luar, maka seharusnya para turis mancanegara ini dari tahun ketahun, mengalami peningkatan yang signifikan kedatangannya di Polewali Mandar, Kalau kita mau melihat, kita mengukur bahwa, atau katakanlah kalau kita mau menjust bahwa kita sudah berhasil, di mana berhasilnya,” ucap Rahim, via Telepon, Kamis, 01/08/19.

Selain itu ia juga menjelaskan, bahwa secara personal ia tidak melihat adanya trend peningkatan dari pelaksanaan PIFAF, terhadap kedatangan para wisatawan asing yang datang berkunjung di Kabupaten Polewali Mandar, dan khsususnya di Sulawesi Barat.

“Padahal seharusnya, sektor pariwisata itu bisa memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan asli daerah, kira – kira begitu. Dan memang kerangka kebijakan nasional, telah mengarahkan seluruh daerah untuk memperbaiki itu, melakukan pemetaan terhadap seluruh potensi – potensi pariwisata,” jelasnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, bahwa jika pelaksanaan PIFAF bertujuan untuk menggelorakan, atau menghidupkan budaya lokal daerah, ia secara personal juga tidak melihat, adanya hasil signifikan terhadap konsep yang telah menjadi agenda tahunan Pemkab Polewali Mandar itu.

“Karena itu, memang saran dan kritik yang disampaikan oleh kawan – kawan pemerhati, termasuk dari adek – adek HMI, ya patut untuk di pahami, dan patut untuk diapresiasi, untuk kemudian oleh para penetu kebijakan dan daerah ini, melihat secara lebih fer, secara lebih objektif, apakah PIFAF yang kita laksanakan dalam kalender tahunan itu, memang masih tepat untuk kita laksanakan,” bebernya.

PIFAF Mesti di Evaluasi

Anggota DPRD dari Partai Nasdem itu juga merasa khawatir, jika anggaran digelontorkan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) jauh lebih besar, dibanding hasil positif dari penyelenggaraan PIFAF itu, sehingga mengharuskan agar agenda tahunan Pemkab tersebut untuk dievaluasi.

“Jangan – jangan biaya yang kita keluarkan itu, anggaran yang kita gerus dari APBD itu, memang lebih, jangan – jangan lebih banyak daripada dampak positif yang kita hasilkan, iya kan, oleh karena itu ini kita memang harus evaluasi semua katanya, dan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar juga tidak boleh menutup diri terhadap masukan dan kritik yang dilontarkan oleh teman-teman,” katanya.

Mantan Anggota DPRD Kabupaten Polewali Mandar itu juga menuturkan, anggaran Rp. 200 Juta sebagaimana yang telah disampaikan oleh panitia itu, dinilai tidak sepenuhnya dapat dipercaya, dan sangat sulit diterima oleh logika berpikirnya.

“Kemudian panitia mengatakan kami hanya menghabiskan 200 Juta, rasa-rasanya kita ndak percaya, rasa-rasanya logika kita ini agak sulit menerima, artinya mari kita jujurlah semua dalam memberikan informasi,” tutupnya.(*/MR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *