banner 728x250 . banner 728x250

Raibnya 500 Ton Beras di Bulog Pinrang, Kejati Sulsel Sebut Kerugian Capai 5,4 Miliar

Tim penyidik Kejati Sulsel.

ENEWSINDONESIA.COM, SULSEL
500 ton beras di Gudang Bulog Bittoeng, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, dikabarkan hilang. Perum Bulog Budi Waseso merespon hal tersebut dan menegaskan akan menempuh jalur hukum.

Buwas menjelaskan kepada wartawan beras tersebut awalnya dipinjamkan kepada pihak swasta. Namun setelah berapa lama tidak juga dikembalikan.

banner 728x250

“Jadi yang 500 itu, ini kan baru kita penjajakan. Diambil, keterangan dari internal kita katanya ini dipinjamkan. Apapun namanya, itu akan dipertanggungjawabkan secara hukum,” terang Buwas Usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (23/11/2022).

“Kalau dipinjamkan itu harus segera dikembalikan yang 500 ton itu, saat ini sedang ditangani internal kita. Tapi kita sudah menyiapkan untuk ditangani secara hukum pidana itu,” sambungnya.

Buwas menyebut sudah memecat kepala gudang yang bertugas di wilayah tersebut.

“Kepala gudang. Sudah, saya enggak main-main itu, langsung copot. Itu sudah melibatkan Bulog, oknum Bulog, kepala gudang, nanti dipecat, harus,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Gudang (Kagud) GBB Lampa Pekkabata, Muh Idris, membantah hal tersebut.

Menurutnya, 500 ton beras yang ditudingkan lenyap dari gudang penyimpanan yang dipimpinnya beberapa bulan yang lalu, itu tidak benar adanya.

“Tidak pas kalau dikatakan lenyap atau hilang, tapi yang benar adalah 500 ton beras tersebut, dipinjamkan kepada Irfan,” kata Idris dikutip dari Katasulsel.

Ia menjelaskan, Irfan adalah salah satu Mitra Bulog di Pinrang yang selama ini memiliki keterkaitan kerja dengan Bulog melalui perusahaannya bernama CV Sabang Marauke Persada.

Menurut Idris, 500 ton beras yang dipinjam Irfan atas persetujuan dan perintah Pimcapem Bulog Pinrang, Raditoyo W. Putra Sikado tersebut, berlangsung pada awal September 2022.

“Adapun pengambilan barang (beras), berlangsung selama 5 hari,” katanya.

Terkini, kasus tersebut bergulir dan telah ditangani pihak kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Kasi penyidikan Kejati Sulsel, Hary Surachman, SH.,MH menerangkan terkait korupsi Bulog Pinrang pihaknya telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan sejak 25 November 2022.

“Serangkaian penyelidikan kami menemukan adanya dugaan tindak pidana sehingga 25 Ovember lalu kami menerbitkan Surat Penyidikan dan sudah juga ditembuskan ke KPK,” terangnya, Kamis (8/12/2022).

Disampaikan, pada tahap penyidikan ini pihaknya telah memerikas la 10 – 12 orang saksi.

Di saat yang sama, ketua tim penanganan kasus tersebut, Hanum menyampaikan bahwa apa yang diungkapkan para saksi tersebut akan menentukan hasil penyidikan.

“Hasil estimasi kami, nilai kerugian mencapai 5,4 Miliar lebih,” sebutnya.

Ia menambahkan, terkait tersangkanya nanti akan ditentukan dari hasil penyidikan dan keterangan saksi – saksi. (*)

banner 728x250 ,

Tinggalkan Balasan