Nurhayati Sembuhkan Penyakitnya Melalui Mimpi? Simak Penjelasannya

ENEWSINDONESIA.COM, Pemalang – Melalui mimpi, seorang  wanita  bernama  Nurhayati, warga  Kelurahan  Bojongbata,  wilayah  Pemalang kota, Jawa tengah memberikan  obat  buat  sakit  yang  diderita  suaminya  juga  dirinya.

Penyakit yang dialami Nurhayati sudah terbilang lama, yaitu mengalami  gatal  – gatal  di bagian wajahnya sehingga ( maaf  ) kelihatan  menakutkan,  karena wajahnya memerah serta  dipenuhi  semacam  koreng. sehingga, karena  penyakitnya  ini,  para  tetangganya  enggan  mendekati karena  takut  tertular.

banner 728x250      
 

Berbulan  lamanya  Nurhayati  harus  menahan  rasa  sakit  di wajahnya,  juga  penderitaan  batin,  karena  dijauhi  dari  pergaulan  para  tetangga  di  lingkungan  tempat  tinggalnya.

Sampai  suatu  malam  dia bermimpi, bertemu  dengan seseorang  yang  juga  mengalami  sakit  dan  mendekati  sakaratul  maut, jelas Nurhayati saat  di  temui  Jurnalis Enewsindonesia.com  di  rumahnya  Dukuh  Mengoneng,  Bojongbata,  Pemalang.

“Namanya  saja  mimpi  mas, orang  yang  lagi  sakaratul maut  itu,  masih  sempat – sempatnya ngomong  ke saya, bahwa  sakit koreng  di  mukanya  itu bisa  disembuhkan  dengan  memakai  ‘Sambetan’, yaitu  suatu  ramuan  dari  beberapa  rempah  obat  seperti  bawang merah, dringo, bengli  dan  jahe,” ungkap Nurhayati, Ahad (10/4/2022).

Nurhayati melanjutkan,  bahan – bahan  tersebut  semuanya  ditumbuk  bareng  untuk  kemudian dilulurkan  di wajahnya yang  dihinggapi  koreng. Tidak  lama atau dalam  waktu  sehari,  koreng  yang  ada  di wajah  wanita paruh  baya  tersebut  langsung  kering serta  menggelupas berganti  dengan kulit  halus.

Ketika ditanya  lebih  lanjut, apakah cerita  tersebut benar  adanya?  Wanita  kampung  berwajah  polos  tersebut  mengatakan,  “mas, saya  kebetulan  lagi  berpuasa,  kalau  cerita  saya  bohong,  maka  ibadah puasa  saya  sia – sia.”

Lebih  lanjut  Nurhayati  mengatakan, “yang  sakit  saya  dan  suami  juga  sakit, masa  iya  saya  mau  ngarang  cerita  ini.”

“Asal  Allah  berkehendak  semuanya tidak  ada  yang  tidak  mungkin,” kata wanita  yang  masih  keturunan  seorang  ulama  tersebut.

“Kemarin  suami  sakit  perut  dan  pinggang. Kalau  orang  kampung  menyebut  sakit angin duduk. Sakitnya  luar  biasa,  sampai  teriak – teriak, mungkin  nggak kuat  nahan  sakit,” ujarnya.

Sehabis  sholat  subuh, saya  wiridan  (berdzikir), Nurhayati melanjutkan, tiba – tiba dirinya mendapatkan bisikan yang  entah  siapa dan  datangnya  dari  mana.

“Ada  suara  perempuan  yang  menyuruh  saya mengambil  beberapa  lembar  daun kara  (daun  buat  sayuran  buah), saya  tidak  tidur,  masih  Wiridan,” ungkapnya.

Karena  melihat  sakit  suaminya begitu  berat, sehabis  wiridan dia  pergi  ke  pinggir  sungai  tempat  pohon  kara  tersebut  berada.

Tak  berselang  lama, setelah  lembaran  daun  pohon  kara dipetik kemudian  dicuci  sambil  diremas – remas. Air remasan  daun  kara dibalurkan  di bagian  perut  dan  pinggang  suaminya  yang  sakit. Sungguh  ajaib,  suaminya  yang  dari  semalam  teriak kesakitan, pelan dia  tertidur diam.

Sejurus  kemudian, suaminya  bangun dari  tidurnya sambil  bisa  tersenyum dan mengatakan  bahwa  sakit  perut  dan pinggangnya  sudah  hilang.

Nurhayati  mempunyai usaha  warung  sembako, dimana  pada  saat  itu ramai  pembeli  berbelanja sehingga  kejadian  tersebut  sontak  menimbulkan  kehebohan,  bahwa  pohon  kecil  di pinggir  sungai sebelah  selatan  perkampungan  mereka bisa  buat  menyembuhkan  penyakit.

Dari Buku Azzikra dalam bab beberapa masalah jilid 5 d, hasil karya dari Kiyai Hajji Lanre Said pendiri Pondok Pesantren Darul Huffadh di Kabupaten Bone, Sulawesi selatan menjelaskan bahwa mimpi itu adalah apa yang dilihat di waktu tidur, setelah Jismul Lathifah (tubuh halus) berpisah dengan jasad (tubuh kasar).

Jismul Lathifah tersebut keluar ke mana – mana, kadang iya melihat dirinya di Mekkah, atau mendaki gunung, dikejar anjing, dan lain – lain, sedangkan jasad masih berada di tempatnya, itulah mimpi.

Dalam buku tersebut menjelasakan bahwa nabi Yusuf A.S, Nabi Ibrahim A.S, dan nabi Muhammad S.A.W mendapatkan petunjuk semua dari mimpinya.

– Rasulullah S. A.W bersabda:

“Orang – orang yang paling benar mimpinya, ialah orang – orang yang paling benar ucapannya (H.S.R Muslim).

– Aisyah Radiyallahu Anha berkata:

“Telah berkata Aisyah, pertama wahyu yang dimulai kepada Rosulullah S.A.W ialah mimpi yang benar di dalam tidur. (H.S.R Bukhari),

Dalam buku tersebut juga menjelaskan bahwa ada mimpi yang tidak benar.

1. Mimpi yang tidak benar itu tidak dapat dipercaya, ialah mimpi yang sifat tujuannya bertentangan dengan hukum ibadah.

A. Contonya: ada orang yang bermimpi melihat seseorang datang dalam mimpinya berpakaian jubah putih dan sorban putih mengatakan “berhentilah kamu mengerjakan sholat, puasa dan ibadah lainnya, Allah telah menerima semua amal ibadahmu dan Allah menentukanmu menjadi ahli surga.

B. Ada yang bermimpi didatangi seseorang dan mengatakan, “tidak usah kamu naik haji ke Mekkah, cukup di Gunung ini, disitulah tempatnya para Wali.

2. Mimpi yang tidak benar dan tidak dapat dipercaya karena bertentangan dengan hukum Aqidah.

A. Ada orang yang bermimpi dan ada yang memberitahunya dalam mimpi bahwa kalau kamu mau cepat dapat jodoh, kaya, kamu harus pergi ke kuburan keramat, disitulah kamu minta keperluan.

B. Ada orang yang sakit keras kemudian dia bermimpi. Dalam mimpinya, seseorang datang dan mengatakan kepadanya bahwa penyakitmu ini akan sembuh jika kamu melepaskan kambing diatas kuburan orang tua nenekmu, dan semacamnya. Wallahu A’lam.

banner 728x250   banner 728x250  
Editor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan