ENEWS, MAKASSAR •• Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Makassar serta PT Pelindo diduga tutup mata terhadap kisruh internal buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Bagasi yang belakangan viral di media sosial.
Hal tersebut disampaikan oleh AR (42) yang merupakan salah seorang pihak internal saat ditemui awak media pada 2 Desember 2025.
Ia menilai KSOP sebagai otoritas pelabuhan seharusnya segera merespons informasi yang beredar, terlebih setelah terjadi insiden kontak fisik antarburuh pada Minggu, 30 November 2025.
“KSOP mestinya menindaklanjuti liputan yang viral itu. Jangan sampai kejadian seperti kemarin terulang dan makin memicu keributan di lapangan,” ujarnya.
AR juga menyoroti polemik terkait penghapusan Unit 2 di internal buruh TK Bagasi yang diklaim Serikat Maritim berdasarkan 205 tanda tangan buruh.
Ia menegaskan bahwa hanya Unit 1 yang disebut dapat beroperasi sesuai hasil rapat KSOP pada 25 November 2025.
Menurut AR, keputusan sepihak tersebut justru menambah kegaduhan dan dianggap tidak sejalan dengan prinsip netralitas.
“KSOP dan Pelindo harus mengambil posisi sebagai penengah. Jangan membiarkan konflik antarburuh semakin melebar. Mereka harus hadir memberikan solusi dan keadilan,” tambahnya.
Sejumlah pihak kini ikut mendesak KSOP Makassar, PT Pelindo, dan instansi terkait lainnya untuk segera mengevaluasi tindakan Serikat Maritim dan TKBM, yang menggelar pemilihan terkait penghapusan kepala Unit 2 pada 27 November 2025 tanpa sepengetahuan KSOP dan Pelindo sebagai otoritas pelabuhan.
Mereka juga menduga adanya rekayasa data dalam proses tersebut karena tidak melibatkan pihak resmi.
“Kami berharap masalah ini segera ditindaklanjuti agar tidak muncul insiden yang lebih besar ke depan,” tegas AR.
Sementara itu, Kepala Seksi Kepelabuhanan KSOP Makassar, Faisya alias Ica, tidak memberikan tanggapan saat dihubungi melalui telepon WhatsApp. Nomor awak media justru diblokir hingga berita ini ditayangkan.
Sebelumnya diwartakan, Sejumlah buruh kapal TK Bagasi yang tergabung dalam Serikat Maritim Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar memprotes proses pemilihan internal yang digelar Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Pemilihan tersebut dianggap penuh kejanggalan dan dinilai mengarah pada penghapusan Unit 2.
Reporter: Angki Perdana






