banner 728x250
Kampus  

Kades Congko Terima Mahasiswa MBKM Matching Fund UNM

BONE, ENEWSINDONESIA.COM – Kepala Desa Congko, Muhammad Jafar, S.Sos menerima secara resmi 21 orang peserta Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Negeri Makassar melalui Program Matching Fund yang bertempat di Balai Desa Congko, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Sulawesi-selatan, Rabu (1/9/2021)

banner 728x250

Kades Congko, menyatakan menyambut baik kegiatan ini sebab akan memberikan konstribusi positif terhadap pembangunan di desanya melalui kerja nyata yang lewat beberapa program unggulan MBKM Matching Fund yang mengintegrasikan Peternakan, Pertanian, dan Pendidikan Lingkungan Hidup untuk Menciptakan Kemandirian Pangan Berkelanjutan Menuju Masyarakat Sejahtera di Masa Pandemik Covid 19 “Atas nama pemerintah desa dan masyarakat Desa Congko, kami sangat megapresiasi kegiatan MBKM Matching Fund ini dan siap memfasilitasi semua program yang akan dilaksanakan.” Ungkapnya.

Selain itu, Kades Congko juga berharap agar peserta dapat beradaptasi dengan lingkungannya, dan bersinergri bersama masyarakat sekitar sehingga tercipta simbiosis mutualisme dimana peserta MBKM dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dibangku kuliah kepada masyarakat dan sebaliknya peserta MBKM dapat belajar dari masyarakat terkait dengan pengalaman nyata yang dimiliki masyarakat pada bidang peternakan, pertanian dan pendidikan Lingkungan Hidup. “Kami berharap agar peserta dapat bersinergi dengan masyatakat,” tutupnya.

Sementara itu, Prof. Rosmini Maru, S.Pd. M.Si., Ph.D selaku Ketua Tim pelakaana MBKM Matching Fund juga berterimakasih atas sambutan kepala desa dan masyarakat yang luar biasa. “Terimakasih atas sambutan dan fasilitas yang diberikan. Saya titip anak-anak ini pak supaya dibimbing,” kata Rosmini Maru.

Lebih lanjut Rosmini Maru, yang juga merupakan Dosen Jurusan Geografi FMIPA UNM, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk nyata dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara Insan Dikti (lembaga perguruan tinggi) dengan pihak Industri/lembaga pemerintahan. Dimana program ini telah melalui proses seleksi yang panjang untuk bisa lolos pendanaan. Olehnya itu Rosmini Maru berharap agar semua pihak bisa kerja sama yang baik antara tim Matching fund, mahasiswa dan mitra kerja sama dalam menjalankan program MBKM Matching Fund yang telah direncanakan. “Program ini telah melalui seleksi yang panjang, namun alhamdulillah kita bisa lolos,” tutup wanita kelahiran Desa Congko ini yang disambut ramai tepuk tangan oleh peserta, tim pelaksana dan aparat pemerintah Desa Congko.

Untuk diketahui bahwa program MBKM Matching Fund ini akan dilaksanakan di Desa Congko, Kec. Marioriwao, Kab. Soppeng yang akan berlangsung selama 4 bulan, mulai bulan september sampai dengan Desember dengan peserta berjumlah 21 orang Adapun rincian peserta program MBKM Matching Fund di Desa Congko masing- masing program studi. Pendidikan Geografi 5 orang, Prodi Geografi 5 orang, Prodi Kimia 4 orang, Prodi Ekonomi Pembangunan 3 orang, dan prodi akuntasi 4 orang. (RLS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *