banner 728x250

Hasrul Kaharuddin Terpilih Aklamasi, Ini Kata Peserta MUSDA dari DPC GMNI Makassar

MAKASSAR, ENEWSINDONESIA.COM – MUSDA Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Makassar ke XV yang digelar 11 April 2021 di Hotel Grand Asia, Jalan Boulevard, Makassar, dan selesai digelar pada hari ini, Senin (12/04/21).

MUSDA KNPI Kota Makassar menetapkan Hasrul Kaharuddin yang sering disapa ‘Bung Arul’ sebagai ketua terpilih menggantikan Christopher Aviary sebagai ketua DPD II KNPI Kota Makassar.

banner 728x250

Hasrul terpilih secara aklamasi setelah tiga calon lainnya yakni, Donald Duo Cipta Napang dan Andy Kahar Budianto menyatakan mengundurkan diri sebagai calon ketua. Adapun Mustaqim Zulkifli hingga waktu yang ditentukan pada forum pleno pemilihan ketua tidak juga hadir sehingga dinyatakan diskualifikasi.

Sebanyak 48 suara dari 71 peserta perwakilan OKP dan DPK yang hadir menyetujui Arul sebagai Ketua KNPI Kota Makassar yang baru. Sempat terjadi insiden dalam arena Musda namun tidak berlangsung lama dan kembali dilanjutkan.

Arul dalam sambutannya mengungkapkan terpilihnya ia sebagai ketua setelah mendapat dukungan dari mayoritas OKP peserta adalah amanah pemuda yang harus diemban.

“Insya Allah, kami ucapkan banyak terimakasih kepada semua yang mendukung. Ke depan mari kita bersama-sama dan bersatu membangun KNPI Makassar,” imbuhnya.

Arul juga menyatakan akan mencoba merangkul semua elemen pemuda yang ada, termasuk para pendukung calon ketua KNPI lainnya.

“Intinya kami membawa visi persatuan pemuda. Kita tentu perlu bersatu untuk menyukseskan program-program kepemudaan di Makassar,” ungkapnya.

Bung Hasril selaku Ketua DPC GMNI Makassar yang juga merupakan peserta penuh pada MUSDA ke-17 itu mengatakan bahwa sosok Bung Arul adalah ketua KNPI Makassar yang dipilih dan diinginkan pemuda makassar.

“Gagasan-gagasan yang ditawarkan Bung Arul merupakan gagasan visioner dan itulah yang dibutuhkan pemuda, dan yang terpenting adalah komitmennya yang selalu dia katakan agar pemuda Makassar ini tetap bersatu,” katanya.

Sekretaris DPC GMNI Makassar Bung Dafit yang adalah peserta peninjau mengatakan bahwa forum ini sudah sesuai prosedur dan mekanisme organisasi yang disepakati bersama.

“Adapun keributan dan gesekan di forum tentu itu hanya dinamika forum saja, pertarungan gagasan, tentu sebagai pemuda yang punya semangat dan terdidik kita semua bisa mencari penyelesaian dengan musyawarah,” terangnya.

Dalam proses Musda tersebut sempat terjadi beberapa insiden keributan dalam forum pleno. Namun setelah dilakukan mediasi akhirnya mayoritas peserta memutuskan untuk melanjutkan sidang sampai selesainya musda.

Penulis: Andi AkbarEditor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *