ENEWS, POLMAN •• Persoalan sampah masih menjadi keluhan utama masyarakat Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, terutama di wilayah perkotaan akibat pengelolaan yang dinilai belum optimal.
Menanggapi hal tersebut, Enewsindonesia.com menghubungi Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar (AIM) melalui sambungan telepon, Selasa (8/6/2021), terkait kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Desa Amola, Kecamatan Binuang. AIM menyatakan persoalan sampah telah ditangani.
“Memangnya saya tuli, buta? Buktinya sekarang sampah sudah terbuang. Untuk apa saya berkomentar, saya bukan komentator,” ujar AIM.
Ia juga menegaskan tidak perlu memberikan penjelasan kepada masyarakat karena menurutnya persoalan sampah telah tertangani. AIM meminta agar pertanyaan teknis diarahkan langsung ke instansi terkait.
“Tanya saja Kepala Dinas DLHK. Pokoknya Polman bersih, sampah sudah masuk TPA,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Polewali Mandar Natsir Rahmat memimpin rapat koordinasi percepatan pengelolaan sampah, Senin (7/6/2021), sebagai tindak lanjut penutupan akses TPA Amola oleh warga.
Dalam rapat tersebut, Natsir menegaskan persoalan sampah murni merupakan keresahan masyarakat dan tidak boleh dikaitkan dengan isu politik.
“Ini murni persoalan lingkungan dan kesehatan. Kita harus serius menyelesaikannya,” tegasnya.
Wabup menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan pembenahan TPA Amola sebagai solusi jangka pendek, sembari mencari lokasi alternatif. Ia juga meminta Dinas PUPR menambah armada alat berat serta DLHK memperbaiki sistem pengelolaan sampah agar lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.
Selain itu, pemerintah kecamatan dan desa diminta melakukan mediasi persuasif dengan warga agar akses ke TPA Amola dapat dibuka kembali sementara waktu.
Pemerintah daerah berharap dalam waktu 2 x 24 jam, sampah yang menumpuk di sejumlah titik dapat segera diangkut setelah pembenahan dilakukan. Rapat tersebut dihadiri unsur Forkopimda, OPD terkait, camat, kepala desa, serta pengelola TPA Amola. (*)






