banner 728x250 . banner 728x250

Dinas PMD Sulbar: Semoga Program MARASA Dapat Terintegrasi dengan Proklim

Photo: Rapat Koordinasi dan Singkronisasi Proklim

ENEWSINDONESIA.COM, SULBAR – Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Waskito Shandy W, S.IP mewakili Dinas Pemberdayaan masyarakat Desa (PMD) Sulbar menghadiri rapat koordinasi, singkronisasi dan pelaksanaan pengendalian emisi gas rumah kaca, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim tahun tahun 2021 yang diadakan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Provinsi Sulawesi Barat yang bertempat di Cafe Nina Mamuju, Selasa 25 Mei 2021.

Kegiatan itu dibuka langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Provinsi Sulawesi Barat, Andi Aco Takdir, S.Sos. MM,b dengan menghadirkan narasumber yakni Ibu Dra. Endang Pratiwi, MM dan Bapak Julian Agung Pratomo, S.Hut dari Direktorat Mitigasi Perubahan Iklim , Ibu Cut Sawitry Tray, S.Sos dari Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI serta Bapak Sudarwanto, S.Hut, M.P dari Balai PPI dan Karhutla Wilayah Sulawesi.

banner 728x250

“Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan adanya singkronisasi dan integrasi indikator program ungulan Pemerintah Sulbar, Program MARASA (Mandiri, Cerdas dan Sehat) Perkotaan di kelurahan dengan Program Kampung Iklim (Proklim) yang ada di Sulbar, sehingga capaian Proklim di Sulbar bisa bertambah lebih banyak agar manfaatnya dirasakan lansung oleh masyarakat,” ungkap Alumni IPDN itu.

Lebih lanjut Wasito yang lebih akrab di sapa Sandy mengatakan, rapat ini merupakan implementasi dari pelaksanaan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang di fokuskan lagi pada kegiatan pembinaan kampung iklim sesuai dengan peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan kehutanan.

“Program Kampung Iklim ini sendiri merupakan salah satu bentuk aksi dalam upaya adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim yang semakin hari semakin terasa ekstrim. Contohnya, kadang tiba-tiba terjadi hujan padahal cuaca sebelumnya sangat terik, musibah banjir dan tanah longsor dimana-mana, kekeringan yang melanda sebagian besar wilayah di Indonesia bahkan di dunia, busung lapar, semakin mengganasnya penyakit seperti demam berdarah dan malaria, munculnya varian penyakit yang baru seperti flu burung dan lain sebagainya. Kita berharap itu semua bisa teratasi ketika Proklim bisa ditingkatkan di Sulbar,” pintanya.

Melalui kegiatan koordinasi, sinkronisasi dan pelaksanaan pengendalian emisi gas rumah kaca, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim ini diharapkan Program MARASA yang merupakan program unggulan Pemprov Sulbar bisa tersinergi antara kegiatan aksi mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim yang dilakoni oleh kelompok-kelompok masyarakat dengan pemangku kepentingan. Seperti dari pemerintah daerah, pihak swasta dan pihak akademisi atau perguruan tinggi sehingga terjadi kolaborasi antara upaya yang dilakukan oleh masyarakat dengan program dan kegiata-kegiatan yang ada di tingkat pemerintah, swasta.

Kegiatan ini di hadiri Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Daerah se Provinsi Sulawesi Barat, beberapa stakeholder terkait seperti Bappeda Provinsi Sulawesi Barat, Dinas PMD Provinsi Sulawesi Barat, BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat, Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat serta dari beberapa perwakilan desa/lingkungan calon Lokasi Proklim tahun 2021. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *