ENEWS, BONE •• Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali dikeluhkan masyarakat, khususnya para petani di Kecamatan Mare, Kabupaten Bone. Salah satu penyebabnya diduga berasal dari praktik penimbunan yang dilakukan oleh oknum warga setempat.
Menurut sumber terpercaya ENews Indonesia, kelangkaan solar untuk petani diduga kuat akibat aktivitas penimbunan oleh seorang pelangsir berinisial AA.
“Bagaimana solar tidak langka kalau AA ambil solar dalam jumlah besar,” ungkap sumber tersebut, Senin (1/12/2025).
Sumber itu juga menyebut bahwa AA diduga tidak bekerja sendiri. Tiga orang lain berinisial CK, JM, dan AB disebut ikut berperan sebagai pelangsir yang menyalurkan solar untuk kepentingan AA.
“Dia ambil solar banyak, lalu ada beberapa pelangsirnya termasuk CK, JM, AB, kemudian solar itu dijual ke luar daerah,” tambahnya.
Tidak hanya itu, sumber juga menyinggung adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dari Polsek Mare dalam praktik tersebut.
“Ada juga anggota Polsek Mare saya duga yang ikut bermain. Mungkin itu makanya diam dan tidak ada penindakan,” ujarnya.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera bertindak mengingat musim tanam sudah tiba.
Para petani mengaku kesulitan menggarap sawah karena tidak memperoleh solar yang seharusnya dapat mereka akses.
“Waktu menggarap sawah sudah datang, tapi bagaimana mau kerja kalau solar saja tidak ada,” keluh warga.
Jurnalis: Try Ardiansyah






