banner 728x250 . banner 728x250

Usai Gelar Muscab, KPM-PM Cabang Luyo Memiliki Nahkoda Baru

ENEWS, POLMAN – Kesatuan Pelajar Mahasiswa Polewali Mandar (KPM-PM) Cabang Luyo menggelar Musyawarah cabang (Muscab) di aula kantor Desa Tenggelang, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali mandar, yang dihadiri pengurus pusat KPM-PM dan menetapkan Muh. Aqil Rafli sebagai Ketua Formatur KPM-PM Cabang Luyo periode 2020-2021.

Muscab yang diselenggarakan selama dua hari, Rabu-Kamis (2-3/9) yang bertujuan untuk memilih formatur ketua umum baru. Pemilihan ini dilakukan dengan cara aklamasi yang diikuti oleh 40 peserta yang hadir.

banner 728x250
Proses berlangsungnya Pembukaan Muscab KPM-PM Cabang Luyo di Aula Kantor Desa Tenggelang, Kec.Luyo, Kab. Polman, Rabu (2/9). Foto: Dok. Pribadi KPM-PM Cabang Luyo.

“Saya berharap agar KPM-PM Cabang Luyo kedepannya tetap eksis dan aktif dalam berlembaga terkhusus di KPM-PM Cabang Luyo itu sendiri, dan harus sejalan sesuai cita-cita KPM-PM Pusat serta melakukan hal yang tidak bertentangan dengan agama dan Negara,” pungkas Aqil usai Muscab, Kamis (3/9/2020).

Lebih lanjut, ia berterima kasih kepada kedua orang tuanya dan teman-teman atas kepercayaan dan dukungannya. Menurutnya, membangun atau melanjutkan sebuah estapet kepemimpinan adalah sebuah hal berat, dan yang menjadi pekerjaan rumah (PR) nantinya, tentunya menyelesaikan program yang belum sempat terealisasi dan mempertahankan apa yang sudah tercapai.

“Setelah saya terpilih sebagai formatur ketua KPM-PM Cabang Luyo, saya masih sangat butuh bimbingan, arahan dari senior dan semua teman-teman untuk menjadikan organisasi ini menjadi lebih baik kedepannya,” lanjutnya.

Sementara itu, Darno Hamzah Ketua Umum KPM-PM Cabang Luyo periode 2019-2020, berharap agar Ketua terpilih periode 2020-2021 dapat membawa KPM-PM menjadi lebih baik dan mampu mempersatukan semua mahasiswa Luyo.

“Saya berharap kepada ketua formatur KPM-PM Cabang Luyo yang terpilih dan bersama calon pengurus periode 2020-2021 bertanggung jawab, dapat mengembang amanah dan membawa KPM-PM lebih baik kedepannya,” ujar aktivis UIN Alauddin Makassar itu. (Fitri/HH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *