SULSEL  

Rekrutmen Guru PPPK Metode Survei, Aktivis Atensi Potensi Kecurangan

Herianto (Ketua Umum Kepmi Bone TATG Unismuh Makassar).

ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Aturan penerimaan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kini berubah, hanya berdasarkan survei. Aktivis atensi potensi kecurangan.

Ketua umum Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia Bone (KEPMI Bone) Komisariat Taro Ada Taro Gau Universitas Muhammadiyah Makassar Herianto mengatakan, rekrutmen itu sangat jelas akan terjadi banyak penyimpangan karena landasannya tidak jelas.

 
 

“Kalau berbicara survei itu simpang siur dan masih bisa dimanipulasi,” ucap Herianto, Ahad (4/11/2022).

Lebih lanjut kata dia, potensi kedekatan dengan orang-orang berpengaruh pasti akan sangat menjadi acuan penentuan kelulusan.

“Ini juga berpotensi kalau yang lulus itu pasti kuat orang dalamnya,” katanya.

Ia juga mengatakan permainan uang juga pasti akan sangat marak. Sebab tidak bisa dipungkiri itulah yang paling memuluskan segala urusan.

“Jadi permainan uang itu pasti akan semakin marak lagi karena selain kemauan pendaftar banyak juga calo memanfaatkan kesempatan ini,” terangnya.

Ia berharap semua petugas survei rekrutmen PPPK bekerja secara profesional demi terciptanya anak didik dan generasi bangsa yang berkualitas.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah telah mengganti tes passing grade pada seleksi penerimaan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dengan survei ke sekolah.

Baca: https://enewsindonesia.com/passing-grade-dihilangkan-rekrut-pppk-guru-dari-hasil-survei/

Bertugas menjadi tim dalam survei perekrutan PPPK ini adalah guru senior, kepala sekolah, dan pengawas.

Dari informasi yang dihimpun, kuota formasi PPPK Bone tahun 2022 adalah 1.915.

Sekretaris Dinas Pendidikan Bone, Sulawesi Selatan, Nursalam pada kegiatan HUT PGRI menerangkan, tolak ukur penilaian guru dilihat dari integritasnya saat mengajar dan penguasaan materi.

Tinggalkan Balasan

error: waiittt