Pilkades di Bone Memanas, Saling Tuding Hingga Pengrusakan Alat Peraga Kampanye

ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Situasi jelang pemilihan kepala desa (Pilkades) gelombang ke dua di Kabupaten Bone mulai memanas.
Sejumlah polemik bermunculan di beberapa desa.

Seperti yang terjadi di Desa Ujung Tanah, Kecamatan Mare. Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ujung Tanah dituding melakukan lobi politik terhadap calon Kepala Desa (Kades) untuk menambah Daftar Pemilih Tetap (DPT) padahal sudah dirapat plenokan.

 
 

Hal itu diungkapkan salah satu warga AN (nama dirahasiakan demi keamanan).

“Ketua BPD dan Ketua PPKD desa Ujung Tanah malam-malam pergi ke rumah Cakedes untuk melobi agar 3 orang yang tidak masuk di DPT diloloskan untuk ikut memilih tanpa dirapat plenokan terlebih dahulu,” sebut AR, Sabtu (12/11/2022).

Selain itu, kata AR, ketua PPKD dan ketua BPD juga PLT Kades Ujung Tanah Hasta, berapaliasii dan menjadi tim salah satu Cakades.

“Memang kerja-kerja sistematis selain PPKD dan BPD juga PLT Kades menjadi tim pemenang salah satu Cakades. Padahal dia sudah diamanahkan dan harus netral dalam Pilkades ini, dan hal itu juga dibuktikan dengan PLT kades ini selalu berada di salah satu rumah Cakades dan diperkuat dengan dipaksakan pembagian bibit padi, padahal bibit ini bisa dibagikan sesudah Pilkades,” bebernya.

Menanggapi hal tersebut, Plt kades Ujung Tanah, Hasta saat dikonfirmasi menampik hal tersebut. Dia mengatakan bahwa isu tersebut tidak benar karena bibit padi itu belum dibagikan hanya sekedar pembagian secara simbolis.

“Tidak benar soal itu, karena pembagian bibit dari Dana Desa itu hanya sebagai simbol dan itu dihadiri oleh Danramil, Kapolsek dan BPD. Untuk saat ini belum ada yang dibagikan bibit karena sesuai arahan Kapolsek baru dibagikan setelah Pilkades untuk meredam tensi politik yang ada di desa,” katanya.

Sementara terkait tudingan sering berada di rumah salah satu Cakades, kata Hasta, itu tidak benar.

“Karena saya hanya pernah ketemu di salah satu acara Baransanji di salah satu rumah warga,” tandasnya.

Terpisah, ketua BPD Ujung Tanah, Mustari membenarkan soal 3 orang itu tidak masuk dalam DPT dan untuk melakukan lobi itu hanya inisiatif dan kebijakan PPKD.

“Memang ada 3 orang tidak masuk di DPT, saya diajak oleh ketua PPKD untuk menanyakan regulasi di kabupaten namun pihak di kabupaten menyatakan kalau DPT sudah ditetapkan dan itu tidak bisa dimasukkan lagi,” kata Mustari.

Mustari melanjutkan, akhirnya PPKD mengambil kebijakan untuk menemui para calon, namun tidak semua setuju.

“Setelah itu saya koordinasi ke kecamatan dan pihak kecamatan memberi jalan, karena itu kebijakan berlaku sampai setelah pembagian surat panggilan memilih,” pungkas.

Lain halnya yang terjadi di Desa Walimpong, Kecamatan Bengo. Alat peraga salah satu Cakades dirusak oleh Orang Tak Dikenal. Hal itu diinformasikan salah satu warga Desa Walimpong kepada Enewsindonesia.com.

Salah satu PPKD Walimpong, Tizar saat dikonfirmasi terkait hal ini mengaku belum mengetahui.

“Belum ada laporan masuk pak, kami belum mengetahui hal itu,” katanya melalui pesan instan, Sabtu (12/12/2022).

Diketahui, sebanyak 141 desa di Kabupaten Bone akan menggelar pemilihan kepala desa pada tanggal 24 November mendatang.

Tinggalkan Balasan

error: waiittt