banner 728x250 . banner 728x250

Petani Keluhkan Dampak Proyek Perbaikan Irigasi Putra 1 Sausu

ENEWSINDONESIA.COM, SULTENG – Jalan akses kebun (Jalan Tani) Dusun III, Desa Sausu Trans, Kecamatan Sausu, Kabupatrn Parigi Moutong rusak karena pengerjaan pemasangan Block Beton.

Pengerjaan yang dilaksanakan sejak beberapa bulan lalu menyisakan persoalan bagi masyarakat terkhusus petani kebun dan sawah.

banner 728x250

Selain persoalan jalan yang semakin sempit akibat pemasangan block beton yang mengakibatkan jalur air menggerus kejalan dan jebolnya gorong-gorong yang dibangun melalui dana swadaya masyarakat karena sering dilalui alat berat serta pemasangan sayap jembatan yang tidak lurus dengan jalur air yang mengakibatkan terancamnya puluhan hektar sawah yang ada disekitarnya.

“Sebenarnya kami sangat berterima kasih pada pemerintah yang telah membantu kami membangun jembatan namun selaku pelaksana yang ditunjuk harusnya juga memperhatikan dampak-dampak yang ditimbulkan,” kata Muh. Misni salah satu pengguna jalan tersebut, Kamis (16/09/2021).

“Bukan hanya itu juga, gorong-gorong yang kami swadayakan juga jebol karena aktivitas alat berat saat melintas diatasnya,” lanjutnya.

Senada dengan Muh. Misni, salah seorang petani sawah yang tak mau disebutkan namanya juga kesal dengan longsornya badan jalan akses persawahan menuju kelompok tani Sumber Rezeki 1 dan 2.

“Akibat dari sayap jembatan yang dibangun yang tidak lurus dengan jalur air sehingga jika air banjir itu akan langsung menabrak badan jalan, yang dulunya alat combain (dores) atau alat roda empat bisa lewat sekarang tidak bisa lagi,” timpalnya.

Nur Rahmat (Nur Boy) selaku pelaksana saat dikonfirmasi media ini melalui telepon selulernya mengatakan bahwa pemasangam block beton itu sesuai dengan arahan dari Dinas PU.

“Pemasangan block beton itu adalah arahan dari PU Pengairan dan kegunaannya yakni memperlambat arus air sehingga pasir pasir yang ada tidak langsung masuk ke pipa,” katanya.

Saat ditanya tentang gorong-gorong yang dimaksud diapun berkilah bahwa gorong gorong itu adalah sumbangannya bukan swadaya.

“Tentang jalan yang amblas yang dikeluhkan oleh petani sawah akibat ujung sayap jembatan yang dinilai tidak lurus dengan jalur air nanti disaat Pra PHO jika ada sisa anggaran akan ditambah sayapnya,” timpal Nur Rohmat.

Selain hal tersebut diatas,para petanipun menyesalkan proyek pembangunan ini tidak memasang papan proyek sebagai informasi keterbukaan publik.

Reporter: ARIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *