banner 728x250
Sulbar  

Pacu Produktifitas, Mentan RI Drop Rp 144 Miliar ke Sulbar

Enewsindonesia.com, Mamuju : Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo gelontorkan Rp 144 miliar guna memacu produktifitas komoditi Sulawesi Barat (Sulbar).

Kucuran dana itu terakumulasi melalui bantuan pertanian, perkebunan, dan peternakan. Bantuan itu diserahkan secara simbolis, di Desa Sondoang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Sabtu 7 Desember 2019.

banner 728x250

Di sektor pertanian, Syahrul mengucurkan 69 ton bantuan benih jagung bagi 83.000 hektare (ha) lahan, benih padi untuk 71.000 ha, tiga unit traktor roda empat, 19 traktor roda dua, 13 unit pompa air, 26 unit mesin pertanian kultivator, 5 unit mesin pemipil jagung atau corn shelter, dan bibit bawang TSS untuk 135 ha.

Tak hanya itu, dua SMK di Sulbar disuntik bantuan program pertanian senilai Rp 100 juta. Sementara di sektor perkebunan Mentan menyerahkan bantuan bibit kopi sebanyak 300 ribu dan kakao sambung pucuk 270 ribu bibit.

Sedangkan di sektor peternakan, Mentan ke-28 RI itu menyerahkan polis asuransi usaha ternak sapi dan kerbau sebanyak 1.076 ekor, pakan ternak ayam 2.042 ton, obat-obatan untuk ternak ayam 16.018 paket, pembuatan kandang sebanyak 16.018 unit, dan bantuan 250 ekor ternak sapi bali di instalasi pembibitan ternak unggul Baroangin Polman.

Khusus bantuan 900.850 ekor melalui program Bekerja, Kementan RI menyasar 16.008 Rumah Tangga Miskin (RTM) di lima kabupaten. Masing-masing Mamuju sebanyak 221.600 ekor bagi 4.422 RTM, Pasangkayu 73.650 ekor untuk 1.473 RTM, Mamuju Tengah 160.000 ekor di 1.200 RTM, Majene 142.500 ekor bagi 2.851 RTM, dan Polewali Mandar sebanyak 303.100 ekor untuk 6.062 RTM.

Tak hanya itu, ia juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana kegiatan Inseminasi Buatan (IB) di lima kabupaten di Sulbar. Bantuan itu berupa bantuan semen beku dan N2 cair, serta sarana dan prasarana pendukung Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau (Upsus Siwab).

Bantuan lain berupa sarana prasarana pemberantasan penyakit rabies dan antraksm berupa obat-obatan, alat penunjang, dan vaksin.

“Semua komoditi harus kita mainkan di sini. Termasuk jagung, padi dan lain-lain. Perkebunan, pertanian, dan peternakan harus bicara ke depan agar warga betul-betul bisa memaksimalkan aktivitas yang lebih produktitif,” beber Syahrul.

Memaksimalkan produktifitas warga, ia meminta Pemprov Sulbar dan seluruh pemerintah kabupaten serius membantu masyarakat. Baik di sektor perencanaan, pendampingan, dan permodalan.

“Ayo Wagub turun, Pak Idris (Sekprov Sulbar, red), para Bupati turun. Semuanya harus disiapkan dengan baik, Dirjen (Direktorat Jenderal, red) saya siap membantu,” tandasnya Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *