banner 728x250

Mahasiswa UNM Tolak SK Baru Versi Rektor Terkait UKT, Ini Alasannya !

Enewsindonesia.com, Makassar – Aksi yang digelar oleh Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) selama hampir kurung waktu seminggu akhirnya direspon oleh pihak Rektorat Kampus.

Rektor UNM, Husain Syam akhirnya memutuskan menemui massa aksi dengan membawa Surat Keputusan terbaru terkait polemik biaya kuliat yang menjadi tuntutan mahasiswa, Senin (13/7/20).

banner 728x250

Namun setelah membacakan SK baru tersebut para mahasiswa justru semakin bingung. Mereka menilai apa yang menjadi tuntutan mereka sama sekali tidak dijawab.

Tuntutan adanya pemotongan sebesar 50% beban biaya kuliah atau UKT para mahasiswa belum sama sekali diakomodir oleh Rektor melalui SK yang dibacakan.

“Isinya tidak jelas, bahkan kesannya hanya mengubah beberapa kosa kata saja, tidak ada pemotongan 50% UKT padahal jelas anggaran untuk itu ada,” seru salah mahasiswa identitasnya disamarkan.

Seluruh LK UNM yang tergabung dalam aksi hanya menuntut pihak birokrat kampus kiranya dalam penurunan UKT itu berlandaskan dari BKT merunut kedepan proses perkuliahan masih dilaksanakan secara daring.

“Seharunya mengacu pada BKT dan wajib unsur pimpinan mulai dari tingkat Prodi, Fakultas hingga Universitas melakukan evaluasi terkait UKT yang harus dibayarkan mahasiswa,” kata salah satu perwakilan LK UNM.

“Mengingat kedepan kuliah itu masih sistem online, kenapa mahasiswa harus bayar full apa mesti dibiayai kan disitu sudah salah,” lanjutnya.

Setelah Rektor membacakan SK, para mahasiswa membubarkan diri dengan tertib. Namun berjanji akan kembali menggelar aksi sampai tuntutan mereka terpenuhi.

Seruan untuk menolak bayar UKT secara serentak juga terus menggema di kampus orange itu. Kampanye Cuti bersama terus digalakkan mahasiswa sebagai bentuk perlawanan. (AnQ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *