banner 728x250
Sinjai  

Polemik Ibu Hamil di Sinjai, Suami Diminta Bungkam dan Biaya Klinik Digratiskan, Ada Apa?

SINJAI, ENEWSINDONESIA.COM – Pasca Insiden ibu hamil (bumil), Srhy Hanifah Tsurayyah (26) yang terpaksa melahirkan sendiri tanpa ada pendampingan dari tim medis di ruang kurek milik Klinik Restu Ibu, Sinjai, Jumat (3/9/21) lalu, pihak keluarga korban yang kecewa kemudian mengungkap adanya kelakuan tidak terpuji yang hendak dilakukan pihak Klinik. Pihak keluarga diminta bungkam atas insiden ini dengan kesepakatan akan menggratiskan biaya atas persalinan di klinik tersebut.

“Saya diminta tidak menceritakan hal ini apalagi sampai ke publik. Oleh pihak klinik, mereka akan menggratiskan segala biayanya dengan total senilai Rp 3 juta. Tapi saya menolak itu, saya tetap bayar,” ungkap Rola, suami korban bumil, Minggu (5/9/21).

banner 728x250

Dalam hal ini, Pihak keluarga yang kecewa dengan pelayanan Klinik tentunya kembali mempertanyakan tentang profesionalisme dan tanggungjawabnya sebagai tenaga medis.

Hingga saat berita ini diturunkan, belum ada jawaban yang jelas dari pihak Klinik. Pimpinan Klinik selaku pihak yang bertanggungjawab masih memilih bungkam saat mencoba dikonfirmasi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, seorang ibu hamil (bumil) Srhy Hanifah Tsurayyah (26) nyaris kehilangan anak pertamanya saat memilih bersalin di Klinik Restu Ibu Jl. Dr. Hamka, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan lantaran tidak mendapatkan pelayanan dari pihak medis. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (3/9/21)

Korban bumil terpaksa melahirkan sendiri di ruang kurek tanpa bantuan dari tenaga bidan Klinik Bersalin 24 jam ini.

“Kami sudah pontang-panting cari perawat dan bidan di Klinik itu, tapi tak ada satupun yang betul-betul membantu. Istri saya kemudian melahirkan di ruang kurek Klinik,” ungkap Rola Sryanama, suami korban, Minggu (5/9/21).

“Isteri saya berawal ke pembukaan 9 di klinik tersebut, namun sampai di lokasi tidak ada satu pun yang memperhatikan dengan serius, katanya dokter tidak ada. Keluarga kemudian panik berselang ke pembukaan sepuluh, istri saya sudah tidak dapat menghela napas lega alias sesak sehingga hampir kehilangan tenaga. Saya kemudian berinisiatif panggil perawat untuk dibawa keruangan persalinan, namun setiba di ruangan persalinan perawat itu membawa isteri saya ke ruangan kurek kemudian ditinggalkan,” ungkap Rola.

Zulkipli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *