banner 728x250

Karena Resah, Masyarakat Sangkarrang Usir Paksa Kapal Sedot Pasir Milik PT. Boskalis

Enewsindonesia.com, Makassar – Aksi penolakan ribuan warga Kecamatan Sangkarrang bersama aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Makassar dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Makassar Timur membuat kapal sedot pasir milik PT. Boskalis kabur, Sabtu (4/7/2020).

Warga nelayan pesisir menolak aktivitas penambangan pasir laut yang berdampak kerusakan lingkungan dan ekosistem laut.

banner 728x250

Kapal penyedot pasir awalnya menuju lokasi penambangan sekitar pukul 10.00 wita disaksikan ribuan warga yang sudah bersiap untuk melakukan aksi penolakan. Dengan menggunakan perahu tradisional, para nelayan mengepung dan mengejar kapal hingga akhirnya kapal sedot pasir tersebut kabur meninggalkan lokasi menghindari amukan para nelayan.

Sardin, selaku Kordinator Aksi mengatakan, bila kapal Boskalis ini tetap melakukan aktivitas penambangan, maka nelayan juga akan tetap terus melakukan penolakan dan melibatkan gerakan pemuda aktivis di Kota Makassar.

“Tetap akan kami kawal, kita tidak akan mengorbankan kehidupan masyarakat pulau yang kehilangan mata pencahariannya hanya karena alasan pembangunan. Toh masyarakat kecil seperti nelayan ini cuma dapat dampak buruknya,” ungkap Sardin.

Ketua IMM Cabang Makassar Timur, Muslim Haq, juga mengecam aktivitas penambangan yang destruktif ini. “Kita tegaskan IMM tetap akan mengawal sampai penambangan ini dihentikan,” ujarnya.

Rencananya dalam pertemuan usai aksi, bila kapal penambang pasir ini masih bekerja, maka ribuan nelayan ini akan mengerahkan massa lebih banyak. Mereka juga berencana membakar kapal penambang asal Belanda ini. (Kam/HH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *