Jhon Diamankan, Masyarakat Bone Senang

Foto: Suasana saat BNNP Sulsel dan tim dari Polda Sulsel dalam penggerebekan di kediaman Jhon. (Dok. Enews)

ENEWSINDONESIA.COM, BONE ▪︎ Kabar tertangkapnya terduga bandar sabu kelas kakap Jhon alias Muh Firdaus menggemparkan masyarakat Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pasalnya, terduga pelaku dikenal licin bahkan beberapa kali bebas dari jeratan hukum.

Jhon merupakan warga Kabupaten Bone beretnis Tionghoa, namanya cukup terkenal di dunia hitam peredaran narkoba di Bone. Namun hal itu susah untuk dibuktikan.

 
 

Dengan kabar tertangkapnya Jhon, sejumlah masyarakat di Kabupaten Bone bersuka cita. Banyak warga yang menyebut, dengan tertangkapnya terduga bandar sabu tersebut bisa menyelamatkan bebeberapa generasi.

“Alhamdulillah, tertangkapnya Jhon bisa menyelamatkan beberapa generasi, diduga orang ini cukup meresahkan masyarakat namun yang bersenang terkesan terus melakukan pembiaran,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada Enewsindonesia.com, Sabtu (20/1/2024).

Hal senada juga disampaikan salah seorang warga Bone etnis Tionghoa di salah satu grup media sosial, Edy Siauw Dia menyayangkan sikap Jhon yang tak mensyukuri apa yang diberikan Kabupaten Bone untuknya.

“Turut berbahagia, di saat Tionghoa Bone bekerja sosial demi kebaikan Bone, dia merusak semua kerja kita. Selalu saya bilang, apa kurangnya tanah Bone kasih ki rejeki, ini balasanmu kasih rusak generasi muda,” tulis Edy di salah satu grup WA media sosial.

Sebelumnya, terduga bandar narkoba Jhon alias Muh Firdaus diamankan oleh BNNP Sulsel dan personel Polda Sulsel di salah satu cafe di Kota Makassar pada Senin, (15/1/2024) malam.

Lalu beberapa hari kemudian, kediaman Jhon digeledah di Jalan Jendral Sudirman oleh BNNP Sulsel pada Jumat (19/01/2024) sore dan Toko Duta Logam di Jalan Agus Salim pada malam harinya. Namun dikabarkan kepolisian dan BNNP belum menemukan barang bukti terkait kasus yang menjerat Jhon.

Hingga saat ini, pihak berwenang belum mengeluarkan keterangan resmi terkait hal ini.

error: waiittt