Sulbar  

HMI Polman Soroti Dewan Juri Pada Lomba MTQ VIII Sulbar

HMI Polman Soroti Dewan Juri Pada Lomba MTQ VIII Sulbar

ENEWS, POLMAN – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Tingkat Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bidang lomba Khattil Qur’an Kaligrafi Islam mendapat sorotan dari berbagai pihak. Hal Demikian terjadi karena beberapa peserta menduga ada kecurangan yang dilakukan oleh dewan juri.

Akhir-akhir ini sorotan yang dilontarkan dari berbagai pihak ramai di perbincangkan di dunia maya (media sosial). Sebagaimana Pejabat (Pj) Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Polewali Mandar (Polman) Heri Dahnur Syam menanggapi hal itu dan sangat miris melihat riak dimedia sosial. Ia berpendapat bahwa tindakan dewan juri bidang lomba kaligrafi yang tidak objektif dan kurang profesional dalam memberikan nilai.

banner 728x250      
 

“Saya sangat miris melihat yang ramai diperbincangkan disosial media terkait MTQ VIII Sulbar terkait lomba bidang kaligrafi. Mestinya sebagai dewan juri harus lebih profesional dan objektif dalam memberikan nilai. Sehingga peserta tidak menimbulkan kecurigaan,” cetus Heri melalui via sambungan telpon, Kamis (10/9/20).

Lebih lanjut HMI Polman  berharap agar persoalan seperti ini diselesaikan dengan baik, bukan malah didiamkan. Intinya persoalan seperti ini, panitia pelaksana MTQ bisa menyelesaikan dengan baik.

“Ketika selesai kegiatan seperti ini apalagi ini kegiatan keagamaan, kita berharap tidak ada lagi kata-kata yang muncul bahwa pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Sulawesi  Barat tidak baik. Kita menginginkan kegiatan seperti ini sukses dan berjalan sesuai harapan kita semua,” harap Pj Ketua MHI Polman itu.

Mestinya Kemenag Sulawesi Barat segera mengambil langkah dengan mengevaluasi LPTQ sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Sampai hari ini, belum ada penjelasan dari pihak panitia atau kementerian agama wilayah Sulawesi Barat terkait kejadian itu.

Jika pihak dewan juri terbukti telah melakukan kesalahan, maka wajib hukumnya untuk menindak tegas dewan juri  tersebut.  Karena hal ini bisa merusak potensi para kaligrafer yang ada di Sulawesi Barat.

“Saya berharap dan menaruh harapan kepada para pecinta seni kaligrafer yang ada di Sulawesi Barat khususnya Polman agar terus berkarya dalam membumikan nilai-nilai seni demi kemajuan daerah kita,” tutup Heri. (Aldo)

Tinggalkan Balasan