Disebut ‘Paksa’ Kelompok Tani di Bone Hadir di Kegiatannya, Staf Caleg Amar Maruf Bilang Begini

Foto: Tangkapan Layar percakapn grup WA yang memaksa kelompok tani hadir di kegiatan Caleg Amar Maruf.

ENEWSINDONESIA.COM, BONE — Beredar hasil tangkapan layar percakapan grup media sosial Whatsapp yang mengarahkan kelompok-kelompok tani di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan untuk datang menyambut Caleg DPR RI Dapil II Amar Ma’ruf Sulaiman yang disebut akan berkunjung ke Desa Ulo Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone, Senin, (9/10) esok.

Tangkapan layar tersebut beredar di media sosial dan menjadi perbincangan hangat netizen di Kabupaten Bone.

   
 

Dalam chat itu, salah seorang menyampaikan pesan jika Andi Amar Ma’ruf Sulaiman akan berkunjung ke BPP Tellusiattinge setelah salat sholat dzuhur.

“Diharapkan semua kelompok tani se Desa Ulo untuk hadir besok (senin) dalam rangka kedatangan A. Amar Ma’ruf Sulaiman, putra dari bapak mantan Menteri Pertanian RI bapak Andi Amran Sulaiman di BPP Tellu Siattingnge setelah sholat Dzuhur,” tulis pesan tersebut dikutip, Minggu, (8/10/2023).

Lanjutan chat tersebut, para kelompok tani seakan diancam apabila tidak hadir pada pertemuan tersebut.

“Semua kelompok tani tidak terkecuali. Kelompok tani yang tidak hadir dan tidak mau membantu dilaporkan dan akan diabsen. Jadi teman penyuluh ASN, P3K, serta penyuluh swadaya harus bergerak menyampaikan pada semua kelompok tani,” tambahnya.

Menanggapi itu, Ketua Bawaslu Bone M. Alwi mengungkapkan, pihaknya telah melihat tangkapan layar WA tersebut yang bernada mengajak.

“Iye kami sudah melihat (capture WA) yang bertuliskan mengajak hal tersebut, namun kami belum dapatkan bukti keterlibatan oknum ASN yang dimaksud, baik berupa foto atau rekaman video pada kegiatan itu yang mengarah kepada ketidak netralan ASN,” ujar M. Alwi, Minggu (08/10/2023).

“Jika hal ini terbukti bahwa oknum ASN yang melakukan hal tersebut maka tentunya sudah melanggar aturan terkait netralitas ASN/TNI /Polri yang akan direkomendasi sidang di komisi ASN pusat,” ujarnya lagi.

Alwi menjelaskan pula bahwa, salah satu tugas dari Bawaslu adalah mengawasi para pihak yang dilarang dalam kampanye. Salah satunya mengawasi netralitas ASN, TNI dan Polri pada Pemilu 2024.

Lanjutnya, terkait pengawasan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bone, Bawaslu Kabupaten Bone sudah mengirim beberapakali himbauan untuk bersama-sama menjaga dan mengawasi netralitas ASN.

“Karena memang pemerintah daerah juga konsentrasi terhadap pengawasan netralitas ASN. Apalagi sebentar lagi memasuki tahapan kampanye dan hasil Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) untuk netralitas ASN Kabupaten Bone Masuk pada zona Sedang sedangkan untuk tingkat Provinsi, Sulawesi Selatan pada zona rawan, untuk itu ASN, TNI dan Polri harus betul-betul netral dan tidak memihak salah satu peserta pemilu,” tegasnya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, ciri memihak terletak pada kecenderungan, karena Pegawai Negeri Sipil atau ASN disumpah atas nama negara untuk melayani seluruh masyarakat dan bukan melayani golongan tertentu saja.

“Ketidaknetralan itu, artinya keberpihakan ke salah satu partai, calon atau pasangan calon. Contoh sederhananya, seperti gestur tubuh yang seakan menunjukan simbol tertentu terhadap peserta pemilu. Dalam posisi ASN, tidak boleh menunjukan keberpihakan,” pungkasnya.

Sementara itu pihak Amar Ma’ruf Sulaiman menegaskan tidak pernah mengarahkan ASN ataupun kelompok tani.

“Tidak (pernah) itu, tidak benar, kami tidak ada arahan baik ke ASN apalagi kelompok tani,” ungkap Aan, staf Amar Ma’ruf Sulaiman via telepon, Minggu, (8/10/2023).

Namun, dia mengaku memang ada kelompok masyarakat yang tergabung dalam Sahabat AAS Community.

“Jadi mereka (masyarakat) itu terdaftar di AAS Community dari berbagai profesi. Kemarin ada pertemuannya di Hotel Claro. Jadi tidak benar itu yang beredar, hoaks,” tandasnya. (*)

banner 728x250    banner 728x250  

Tinggalkan Balasan