CORONA, Antara Ilustrasi dan Fiksi.

  • Bagikan

ENEWSINDONESIA.COM – Pemerintah tengah berjibaku mengkampanyekan protokol kesehatan dengan melibatkan aparat kepolisian dan TNI untuk mensosialisasikan agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Hal itu terbukti saat saya melakukan lari sore di sekitar lapangan merdeka di kampung saya Kabupaten Bone.

Saya sempat menghindari mobil patroli polisi lalu lintas yang sedang berkampanye tentang protokol kesehatan di depan Pos Lantas dekat lampu jalan di Jalan MH Thamrin, Watampone, Sulawesi Selatan.

Saat sekarang ini juga pemerintah masih gempar menggaungkan kata-kata yang katanya untuk melawan virus Corona dengan mewajibkan seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan Vaksinasi yang didahului oleh Aparat Pemerintahan. Hampir semua aparat pemerintahan sudah melakukan vaksinasi yg dibuktikan dengan adanya sertifikat (katanya) yang diterbitkan sebagai bukti telah melakukan anjuran Puang Presiden yaitu vaksinasi.

Di bulan Ramadhan ini banyak keanehan terjadi menurut saya, sebut saja masjid di dekat rumahku Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone yang masih saja melakukan protokol kesehatan dengan menerapkan shalat jaga jarak. Hal itu yang membuat jamaah shalat Jum’at sepertinya tidak bisa tertampung. Tapi yang menggelitik hati saya saat sebelum shalat wajib dimulai terlebih dahulu kotak amal dijalankan dari depan hingga ke ujung belakang, dan setelah shalat jamaah melakukan tradisi kami sepertu biasanya yaitu berjabat tangan, bahkan terkadang ada yang berpelukan. Terbesit pertanyaan dalam hati saya, jadi untuk apa diberlakukan shalat jaga jarak jika celengan (kotak amal) dan jabat tanganji juga? Sedangkan tujuan shalat jaga jarak agar jama’ah tIdak berkontaminasi dengan jamaah yang lainnya. memang pemandangan yang lucu dan menyedihkan.

Yang lucunya lagi, dengan adanya pelarangan mudik lebaran dari Puang Presiden terhadap ASN itu secara langsung bahwa mereka meragukan hasil dari vaksinasi karena saya yakin semua ASN sudah melakukan vaksinasi dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Hmmm….. negeriku memang memasuki fase antah berantah. Seakan semua hanya simbolis belaka untuk meraih keuntungan pribadi maupun golongan, Ancurrrrr…

Oleh: Andi Lilo

Jum’at, (23/4/2021), hari ke 12 Ramadhan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *