ENews, Bone •• Bersama Forum Bersama (Forbes) Anti Narkoba Bone, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bone AKBP Lamuati turut hadir dalam kegiatan penyuluhan bahaya peredaran gelap narkoba yang digelar Pemerintah Desa Pakkasalo, Kecamatan Sibulue pada Kamis (4/9/2025).
Pada kesempatan tersebut, AKBP Lamuati memaparkan gambaran besar dampak penyalahgunaan narkoba.
Lamuati menyebut, peredaran gelap narkoba di wilayah pesisir Kabupaten Bone seperti di Kecamatan Sibulue sangat mengkhawatirkan.
Menurutnya, banyak penyalahguna narkoba terutama sabu beralasan bahwa dengan menggunakan sabu akan memacu semangat dalam mengerjakan sebuah pekerjaan.
“Pernyataan seperti ‘sabu bisa bikin kuat kerja, nggak capek, lebih semangat’ adalah bentuk propaganda atau mitos yang menyesatkan,” tegasnya dalam pertemuan tersebut.
Lamuati menjelaskan, propoganda semacam itu biasa digunakan oleh bandar narkoba untuk menarik orang mencoba sabu agar orang percaya bahwa sabu itu bermanfaat.
“Dengan propaganda itu, bandar menyembunyikan bahaya sebenarnya, padahal efek sabu hanya sementara dan justru merusak tubuh serta pikiran, menciptakan ketergantungan. Setelah merasa kuat (setelah gunakan sabu) efeknya akan habis, tubuh akan cepat lelah, butuh dosis lebih, lalu kecanduan dan ujungnya merusak tubuh,” jelasnya.
Ia menerangkan, sabu yang mengandung metamfetamin memang memberi efek euforia dan menekan rasa lelah sementara, tapi dampak jangka panjangnya sangat buruk.
“Seperti merusak otak dan sistem saraf, menyebabkan gangguan jantung, insomnia, halusinasi, bahkan kematian. Dapat juga menurunkan produktivitas karena tubuh makin rapuh,” ujarnya.
Lamuatu berharap kepada seluruh masyarakat untuk tidak termakan dengan propaganda bahwa sabu bisa membuat orang kuat bekerja.
“Bahas itu biasa dipakai jaringan narkoba untuk menjebak korban dengan menutupi sisi negatif, hanya menyebut manfaat palsu dengam bahasa meyakinkan tanpa menjelaskan bahaya besar di baliknya,” tandasnya.






