Camat Lappariaja: Seharusnya Bahaya Narkoba Ada dalam Mata Pelajaran di Sekolah

Foto: Camat Lappariaja Andi Burhanuddin (topi hitam) didamping Kades Sengengpalie Mardatillah Latif. (Dok. Enews)

ENEWS BONE •• Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 53 dari kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kabupaten Bone menggelar Sosialisasi Bahaya Narkoba kepada masyarakat Desa Sengengpalie, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (28/10/2024).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Desa Sengengpalie, Mardatillah Latif. Dalam sambutannya, Mardatillah mengungkapkan bahwa Desa Sengengpalie pernah menjadi zona merah peredaran narkoba.



“Saat ini pun, masih ada terdeteksi di desa kami. Tapi kami terus berusaha agar Desa Sengengpalie bisa bersih dari Narkoba,” ujar Mardatillah dalam sambutannya.

Begitupula Camat Lappariaja, A. Baharuddin mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh mahasiswa KKN tersebut.

“Kami juga mengapresiasi kehadiran Forbes Anti Narkoba di Bone yang berjuang memberantas Narkoba di Kabupaten Bone. Bicara Narkoba, ini persoalan prinsip, kalau anda mau merusak diri dan keluarga, silakan pakai Narkoba. Dari itu, para orang tua untuk menjaga anak-anak dan juga dirinya dari bahaya Narkoba. Seharusnya bahaya Narkoba ini dimasukkan dalam satu mata pelajaran di sekolah,” terangnya.

“Pemerintah harus aktif dan mengaggarkan terkait Narkoba inj untuk menyelamatkan generasi. Kalau gemerasi terlibat Narkoba, apa yang mau diharapkan lagi? Jangan bosan menasehati anak-anak kita dan saudara-saudara di sekitar kita tentang bahaya Narkoba,” sambungnya.

Sementara, Herlina Azikin selaku narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bone menjelaskan bahwa bisnis Narkoba memang sangat menggiurkan karena tidak butuh sekolah.

“Cukup modal keberanian dan keberuntungan,” katanya.

Tapi, kata Herlina, sampai kapan pun, semua itu pasti akan merugikan baik bagi pebisnis terlebih masyarakat.

“Memenga kenikmatan sesaat baik penjual atau pembeli, tapi mau sampai dimana, pasti ujung-ujungnya akan merugikan bagi semua yang terlibat,” jelasnya.

Selain itu, ia mewanti-wanti para orang tua yang hadir dalam kegiatan tersebut untuk menjaga pergaulan anak-anaknya.

“Hati-hati bapak ibu, perhatikan baik-baik pergaulan anakta. Kalau ada botol dengan pipet dua di kamarnya, itu bahaya. Pun harus diperhagikan dengan siapa dia bergaul,” kata Herlina sembari menerangkan macam-macam Narkoba beserta efeknya kepada para peserta yang hadir.





Tinggalkan Balasan