13 OKP Desak Polres Bantaeng Usut Dugaan Penganiayaan Saat Demo HPMB Raya

Ketgam: Massa dari Aliansi Appakatau menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Bantaeng, Selasa (2/6/2026), mendesak kepolisian segera mengusut laporan dugaan penganiayaan yang terjadi saat aksi HPMB Raya di depan Kantor Bupati Bantaeng. (Dok. Ismail)
Ketgam: Massa dari Aliansi Appakatau menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Bantaeng, Selasa (2/6/2026), mendesak kepolisian segera mengusut laporan dugaan penganiayaan yang terjadi saat aksi HPMB Raya di depan Kantor Bupati Bantaeng. (Dok. Ismail)

ENEWS, BANTAENG ••》Sebanyak 13 Organisasi Kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam Aliansi Appakatau menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Bantaeng, Selasa (2/6/2026).

Mereka mendesak kepolisian segera mengusut laporan dugaan penganiayaan yang terjadi saat aksi demonstrasi HPMB Raya di depan Kantor Bupati Bantaeng, Jumat (29/5/2026).

banner 728x250

Massa menuntut Polres Bantaeng mempercepat proses hukum atas laporan yang telah diajukan serta memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Menanggapi tuntutan itu, Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Gunawan Amin menyatakan pihaknya telah menerima laporan dugaan tindak pidana penganiayaan dan akan segera menindaklanjutinya.

“Laporan tersebut akan kami proses sesuai prosedur. Penyidik akan melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari pelapor, saksi, maupun pihak yang dilaporkan,” ujar AKP Gunawan Amin di hadapan massa aksi.

Menurutnya, administrasi penyelidikan telah disiapkan dan penyidik segera menjadwalkan pemeriksaan guna mengumpulkan fakta serta alat bukti.

Aliansi Appakatau meminta kepolisian menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat. Aksi berlangsung di bawah pengamanan aparat kepolisian.

Setelah menyampaikan tuntutan dan menerima penjelasan dari pihak Polres Bantaeng, massa membubarkan diri dengan tertib.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa yang digelar PB HPMB Raya di depan Kantor Bupati Bantaeng pada Jumat (29/5/2026) berakhir ricuh setelah terjadi ketegangan antara massa demonstran dan sejumlah warga.

Insiden bermula ketika sekelompok warga meminta demonstrasi dibubarkan.

Perdebatan di lokasi kemudian berkembang menjadi aksi saling dorong antara kedua pihak.

Aparat kepolisian yang berjaga langsung membentuk barikade untuk memisahkan massa dan mencegah bentrokan meluas.

Usai kejadian, massa HPMB Raya mendatangi kantor kepolisian untuk melaporkan dugaan tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh kelompok warga yang berupaya membubarkan aksi tersebut.

Jurnalis: Ismail L





Tinggalkan Balasan