Enews, Majene — Buruknya akses jalan kembali memaksa warga menandu pasien sejauh 15 kilometer di Kabupaten Majene. Kali ini dialami Sapira, warga Dusun Panggalo, Desa Panggalo, Kecamatan Ulumanda, yang mengalami kecelakaan tunggal di kebunnya, Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 04.25 WITA.
Dengan luka di bagian perut, Sapira harus dievakuasi secara manual oleh warga menuju Dusun Rattelemo, Kecamatan Tamerrodo Sendana yang merupakan titik terdekat yang bisa dijangkau kendaraan.
Dari sana, korban baru dibawa menggunakan ambulans dan kendaraan warga ke fasilitas kesehatan.
Jarak 15 kilometer ditempuh dengan tandu melintasi akses jalan yang rusak parah, satu-satunya penghubung Ulumanda dan Tamerrodo Sendana.
“Setiap ada pasien, selalu ditandu. Tidak ada pilihan lain,” kata Ka’man, warga Desa Panggalo seraya mendesak pemerintah segera bertindak.
“Jangan tutup mata. Kami butuh akses layak, ini soal nyawa,” tegasnya.
Warga menyebut, kondisi jalan yang kian memburuk membuat layanan kesehatan praktis sulit dijangkau.
Solidaritas warga menjadi satu-satunya andalan setiap kali keadaan darurat terjadi.
Seorang guru SMPN 9 Panggalo yang enggan disebut namanya juga menyoroti minimnya perhatian terhadap wilayah tersebut.
Ia menilai, masyarakat berhak atas infrastruktur dasar yang layak.
“Kami butuh pemimpin yang benar-benar berpihak pada rakyat. Jalan ini urat nadi kami,” ujarnya.
Hingga kini, akses penghubung dua kecamatan tersebut belum menunjukkan perbaikan signifikan, sementara warga terus menghadapi risiko yang sama setiap kali keadaan darurat terjadi. (Kamil)






