BONE, SULSEL •• Kelangkaan pupuk di Kabupaten Bone bukan hanya isapan jempol, setelah sebelumnya petani di Desa Samaenre, Kecamatan Bengo mengeluh lantaran jatah pupuk hanya 59 kilo perhektar lahan mereka, kini giliaran petani di Kecamatan Ulaweng yang juga mengeluh terkait masalah pupuk subsidi.
Parahnya, petani di Kecamatan Ulaweng mengaku tak menerima pupuk subsidi selama beberapa bulan terakhir. Darinya itu, dikabarkan, mereka (petani Kecamatan Ulaweng) akan menggelar aksi unjuk rasa terkait hal tersebut.
Salah seorang ketua kelompok tani, NW mengaku heran terkait hal itu, menurutnya alokasi pupuk subsidi didasarkan pada usulan yang masuk ke dalam sistem elektronik RDKK (e-RDKK) telah disetor ke penyuluh pertanian untuk dilakukan penginputan.
“Kami telah menyetor data-data para petani sebagai calon penerima pupuk subsidi, tapi setelah penerbitan RDKK, sejumlah petani tidak masuk sebagai penerima, dengan alasan E-KTP tidak aktif,” kata NW, Selasa (23/1/2024).
NW menyebut, hal itu bukan pertama kalinya terjadi, bahkan ada beberapa petani sudah dua tahun tidak menerima pupuk subsidi.
“Jadi mereka terpaksa membeli pupuk nonsubsidi,” ungkapnya.
Lebih jauh, NW menjelaskan para petani di Kecamatan Ulaweng meresahkan hal ini mengingat tanaman jagung mereka sudah waktunya dipupuk.
“Ini sudah waktunya pemupukan tapi sejumlah petani tidak menerima pupuk subsidi bahkan namanya tidak terdaftar sebagai penerima pupuk subsidi,” jelasnya.
Terkait persyaratan, NW mengaku para petani telah melengkapi persyaratan terutama KTP sebagai syarat penerima pupuk bersubsidi.
“Sebenarnya kami sudah sampaikan ke penyuluh. Harapannya hari ini bisa ada solusi,” kata dia.
Sekedar informasi, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa tidak ada kelangkaan pupuk subsidi menjelang masa tanam pada awal tahun 2024.
“Kami sudah buka semua, Permentan (Peraturan Menteri Pertanian) kami ubah dan sudah bisa terima pupuk dengan KTP. Yang jelas pertama kami dilantik menteri langsung bisa terima pupuk subsidi dengan KTP (Kartu Tanda Penduduk),” kata Mentan Amran saat kunjungannya di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone beberapa waktu lalu.
Amran menjelaskan, ia menyadari akan pentingnya pupuk bagi aktivitas tanam. Namun di satu sisi, banyak petani yang mengeluh kesulitan mendapatkan pupuk terutama pupuk subsidi. (Lee)






