ENEWS, BONE ••》Video perdebatan antara seorang polisi lalu lintas dan pengendara motor trail viral di media sosial. Peristiwa itu disebut terjadi di Jalan Sukawati, Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (25/6/2021).
Dalam video yang beredar, pengendara motor terlihat memprotes tindakan polisi yang diduga mengambil kunci motornya saat dilakukan penindakan pelanggaran lalu lintas.
Pengendara tersebut tampak tidak menerima tindakan itu karena dinilai berbahaya, terutama saat kendaraan masih dalam kondisi berjalan.
Menanggapi video viral tersebut, tokoh pemuda Bone, Andi Ardiman, meminta aparat kepolisian tetap mengedepankan keselamatan dalam melakukan penindakan di jalan raya.
“Penindakan pelanggaran lalu lintas tentu harus didukung. Tapi prosedur di lapangan juga perlu diperhatikan agar tidak membahayakan pengendara,” kata Andi Ardiman, Sabtu (26/6/2021).
Menurutnya, motor trail yang menggunakan sistem kopling dan gigi memiliki risiko tinggi apabila mesin tiba-tiba dimatikan saat kendaraan bergerak.
“Kalau pengendara tidak sigap menekan kopling atau menetralkan gigi, itu bisa berbahaya dan memicu kecelakaan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kasus serupa yang pernah viral di India pada 2017, ketika seorang pengendara dilaporkan meninggal dunia usai kehilangan kendali setelah motornya dimatikan petugas lalu lintas.
Andi berharap kejadian di Bone menjadi bahan evaluasi bagi aparat dalam menggunakan diskresi saat melakukan penindakan pelanggaran lalu lintas.
“Jangan sampai tindakan penegakan hukum justru memicu korban di jalan. Apalagi dalam video itu pengendara terlihat cukup kooperatif,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Satlantas Polres Bone belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait video viral tersebut. (Redaksi)






