ENEWS, BERAU ••》Warga Kecamatan Tabalar, Kabupaten Berau menyampaikan protes terhadap operasional PT Pesona Sawit Abadi (PSA), perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah tersebut.
Warga menduga aktivitas perusahaan menimbulkan pencemaran lingkungan dan mempertanyakan aspek perizinan pabrik yang berdiri di dekat kawasan permukiman.
Salah seorang warga Tabalar, Sukriadi, menyebut limbah cair pabrik sawit diduga mulai berdampak pada kualitas udara dan lingkungan sekitar.
Ia juga menyoroti keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang disebut berjarak sekitar lima meter dari jalan kabupaten.
“Warga khawatir limbah cair mencemari sungai dan tanah di sekitar permukiman,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Menurut warga, limbah sawit berpotensi menurunkan kualitas air dan menimbulkan bau tidak sedap.
Selain itu, masyarakat juga mempersoalkan dugaan belum lengkapnya izin operasional pabrik tersebut.
Tak hanya soal limbah, warga mengaku aktivitas perusahaan turut berdampak pada akses menuju objek wisata Air Panas Tabalar.
Mereka menilai sebagian lahan yang sebelumnya digunakan masyarakat kini terdampak operasional perusahaan.
Aksi protes juga disampaikan Sukriadi, salah satu pemuda Tabalar, bersama sejumlah warga lainnya.
Mereka meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan peninjauan lapangan serta memastikan kepatuhan perusahaan terhadap aturan lingkungan dan perizinan yang berlaku.
Warga berharap ada langkah tegas dari pihak berwenang guna menjamin perlindungan lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Pesona Sawit Abadi terkait tudingan tersebut.
(Ardiansyah)






