banner 728x250
Kampus  

UNASMAN Gelar  PUMD Sekolah Lapang Kakao di Desa Luyo

ENEWSINDONESIA.COM, POLMAN – Universitas Al-asyariah Mandar (UNASMAN) Melaksanakan Program Unasman membangun Desa(PUMD) Sekolah Lapang Kakao, di Desa Luyo, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, Jum’at (10/9/2021).

Sekolah Lapang Kakao merupakan salah satu
Program inti UNASMAN yang menghadirkan tiga pemateri dan membahas  tentang masa depan kakao di Sulawesi Barat.

banner 728x250

Dr. Harli A Karim S.P, M.P salah satu dosen dari  Fakultas Ilmu Pertanian UNASMAN menyampaikan bahwa potensi tanaman kakao dalam 10 tahun terakhir ini khususnya di Polewali Mandar memang mengalami kegagalan atau sudah tidak produktif lagi, apalagi kebanyakan lahan-lahan kakao masyarakat  diganti menjadi sawah dan lahan yang lain karena dianggap hasilnya lebih menjanjikan.

“Sangat disayangkan padahal Sulawesi Barat dulunya merupakan salah satu provinsi yang produksi kakaonya sangat tinggi, dimana Polewali Mandar adalah kabupaten yang mayoritas masyarakatnya bergantung pada hasil kakao,” ujar Dr. Harli.

“Seiring dengan perubahan iklim dan banyaknya penyakit atau hama yang menyerang tanaman kakao ini sehingga kondisi inilah yang membuat sebagian masyarakat putus asa dalam mengembangkan tanaman ini,” tambahnya.

Muh Rifky Aulia S.P, M.P menambahkan bahwa melihat kondisi ini, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kenapa tanaman kakao gagal diantaranya adalah karena kurangnya pengetahuan masyarakat soal bagaimana tata cara yang benar dalam hal pengelolaannya, kemudian kurangnya sosialisasi pihak dinas atau instansi terkait yang mengurusi persoalan ini,” terang Muh Rifky.

“Jadi tugas kita kedepan sebagai pihak dari akademisi adalah  bagaimana memotivasi masyarakat kembali supaya dapat membawa kembali tanaman kakao ini sebagai salah satu produksi tanaman yang diandalkan di Polewali Mandar,” lanjutnya.

“Kita hanya perlu berkorban sedikit dan bekerja lebih keras untuk dapat membangun ini kembali dan saya rasa program pelatihan seperti ini yang di butuhkan agar supaya ilmu pengetahuan kepada masyarakat sampai,” pungkasnya.

Fitri selaku koordinator desa berharap dengan adanya sekolah kakao ini, semoga dapat menjadi motivasi bagi masyarakat kedepannya dan ilmu yang didapatkan dapat di implementasikan.

MUH. SAAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *