Terkait Meninggalnya PDP Covid-19 Asal Mateng, Tim Gugus Tugas Sulbar Beri Keterangan

Fhoto Rumah Sakit Regional Sulawesi Barat

MAMUJU, ENEWSINDONESIA — Pasien dengan Status PDP Covid-19 asal Kabupaten Mamuju Tengah yang dirawat di RSUD Regional Sulbar sebagai Fasilitas Kesehatan Rujukan penanganan Covid-19 meninggal sore kemarin (3/4/2020).

Tim Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Sulawesi Barat pun memberikan keterangan tertulis terkait meninggalnya pasien yang diduga terjangkit Covid-19 tersebut

banner 728x250      
 

Dalam rilisnya dijelaskan, pada tanggal 3 Maret 2020 jelang magrib RSUD Mamuju  merujuk seorang pasien warga Mamuju Tengah ke RSUD Sulbar, kemudian langsung diarahkan di ruang Isolasi.

Kemudian pihak RSUD mengambil sampel Swab pasien untuk penegakan diagnosis pasti atas penyakit yang dialaminya. Setelah itu, selang berapa lama pasien pun dinyatakan meninggal.

Berdasarkan rilis yang disampaikan oleh kepala BPBD Mamuju Tengah bahwa pasien yang meninggal inisial “N” masuk ke RSUD Mateng pada 2 April 2020, pukul 09.15 wita.

Pasien dirawat sebagai ODP. Kemudian pada pukul 21.00 dihari yang sama, pasien pun dirujuk ke RSUD Mamuju. Rujukan ini dilakukan karena di RSUD Mateng tidak tersedia ahli penyakit dalam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun bahwa  pasien semasa hidupnya memiliki riwayat sakit paru. Paramedis telah berupaya untuk menyelamatkan pasien namun Tuhan berkehendak lain. Di usianya yang senja Ny N tak mampu menghadapi sesak nafas yang kerap kali ia alami.

“Tak hanya keluarga, paramedis RSUD Sulbar pun turut berduka atas sepeninggalnya Ny. “N” mengingat status perawatan adalah PDP maka pemakaman almarhumah  dilaksanakan sesuai dengan standar WHO,” jelas dr. Indah, direktur RSU Sulbar.

Lebih lanjut dijelaskan, RSUD Sulbar selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk warga Sulbar, kemudian jenasah dimandikan lalu disholatkan.

“Ustad diminta hadir di RSUD untuk melakukan penyelenggaraan jenasah sesuai ajaran Islam. Tak hanya kepada ustad dan petugas, APD juga dikenakan oleh anak-anak almarhumah agar bisa turut serta menyolati Almarhumah dan memberikan salam terakhirnya kepada ibunda tercinta sebelum kain kafan membalut jasad ibu mereka,” terangnya.

Kemudian, pukul 21.00 jenasah diberangkatkan ke Mamuju Tengah dan dikebumikan pada pukul 01.30 dini hari.(hms/iqb)

banner 728x250   banner 728x250   banner 728x250  

Tinggalkan Balasan