ENEWSINDONESIA.COM, MAJENE ▪︎ SK Pelaksana Tugas (Plt) Disdikpora Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) yang disebut kadaluwarsa disorot aktivis dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majene. Pihak Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Majene disebut harus bertanggung jawab.
Ketua HMI Komisariat STAIN Majene, Syamsuddin menegaskan akan menggeruduk kantor BKPSDM Majene.
“Sk pengangkatan Plt Disdikpora yang dikantongi oleh pak Suardi dikeluarkan oleh BKPSDM Majene sangat mengherankan. Kepala BKPSDM yang nota bene bagian teknis kepegawaian tidak mengambil langkah tegas dan terkesan menabrak aturan,” kata Syamsuddin kepada Enewsindonesia.com, Rabu (27/3/2024).
Sayamsuddin menjelaskan, bahwa jika aturan yang dilabrak dan yang berwenang terkesan melakukan pembiaran, dirinya memastikan akan bersama dengan kader HMI untuk menggeruduk kantor BKPSDM.
“Aturan jelas-jelas sudah dilabrak, lalu kenapa kepala BKPSDM tidak mengambil langkah tegas dan terkesan melakukan pembiaran dan saat di konfirmasi dirinya memberi jawaban dengan beribu macam alasan yang tidak masuk akal. Negara kita negara demokrasi, dan didasari oleh aturan, bukan atas kehendak bupati sebagai penentu kebijakan,” ujarnya.
“Pokoknya kami tidak main-main, segala macam kebijakan dan keputusan pemerintah yang tidak sesuai aturan, pasti kami lawan dan jangan salahkan kami bila aksi kami anarkis karena yang kami bawa adalah kebenaran bukan mengada-ngada,” tegasnya.
Sementara itu, pihak BKPSDM Majene belum memberikan tanggapan terkait hal ini hingga berita ini diterbitkan. (Arfan Renaldi)






