Majene  

Sepekan Pasca Kebakaran, Korban di Majene Mengaku Belum Dikunjungi Pemkab

Ketgam: Kondisi dua rumah milik warga di Dusun Rawang, Desa Adolang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, yang hangus terbakar pada Senin (27/7/2026). Hingga sepekan pascakejadian, keluarga korban mengaku masih menantikan bantuan dan kunjungan dari Pemerintah Kabupaten Majene. (Foto: Kamil/ENews Indonesia)
Ketgam: Kondisi dua rumah milik warga di Dusun Rawang, Desa Adolang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, yang hangus terbakar pada Senin (27/7/2026). Hingga sepekan pascakejadian, keluarga korban mengaku masih menantikan bantuan dan kunjungan dari Pemerintah Kabupaten Majene. (Foto: Kamil/ENews Indonesia)

ENEWS, MAJENE ••》Keluarga korban kebakaran di Dusun Rawang, Desa Adolang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, mengaku hingga sepekan setelah musibah terjadi belum menerima kunjungan maupun bantuan langsung dari Pemerintah Kabupaten Majene.

Kebakaran yang terjadi pada Senin (27/7/2026) itu menghanguskan dua rumah milik Rahman (50) dan anaknya, Bakri (33). Korban memperkirakan kerugian material mencapai sekitar Rp250 juta, termasuk harta benda dan dokumen penting yang ikut terbakar.



Menantu korban, Syahid, mengatakan keluarga masih menunggu perhatian dari pemerintah daerah untuk melihat langsung kondisi korban sekaligus memberikan bantuan kemanusiaan.

“Sudah tujuh hari berlalu, kami belum melihat ada kunjungan dari pemerintah kabupaten. Kami berharap mereka datang melihat langsung kondisi korban,” kata Syahid kepada ENews Indonesia, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, pascakebakaran keluarga korban kehilangan hampir seluruh harta benda sehingga membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar serta memulai kembali kehidupan mereka.

Syahid juga berharap pemerintah dapat mempermudah proses penerbitan kembali dokumen-dokumen penting yang ikut hangus dalam kebakaran.

Ia menambahkan, Pemerintah Desa Adolang telah berupaya berkoordinasi dengan Dinas Sosial agar bantuan dapat segera disalurkan kepada para korban.

Sementara itu, bantuan yang telah diterima sejauh ini berasal dari Baznas Kabupaten Majene sebesar Rp4 juta yang dibagi kepada dua kepala keluarga, masing-masing menerima Rp2 juta.

Selain itu, pemuda Desa Adolang juga melakukan aksi penggalangan dana untuk membantu meringankan beban para korban.

Secara normatif, pemerintah daerah memiliki kewajiban memberikan perlindungan dan penanganan kepada warga yang terdampak bencana, termasuk kebakaran.

Bentuk penanganan tidak hanya berupa penyaluran bantuan kebutuhan dasar dan asesmen kondisi korban, tetapi juga fasilitasi pemulihan pascabencana, seperti pendataan kerugian, dukungan psikososial, hingga membantu pengurusan kembali dokumen kependudukan dan dokumen penting yang hilang atau rusak akibat musibah.

Sebelumnya, warga setempat bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Hingga berita ini diterbitkan, ENews Indonesia masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Pemerintah Kabupaten Majene dan Dinas Sosial Kabupaten Majene terkait penanganan serta bantuan bagi korban kebakaran tersebut. Ruang hak jawab tetap terbuka bagi pihak terkait.





Penulis: M. Kamil

Tinggalkan Balasan