ENEWS, MAJENE ••》Kerusakan parah akses jalan di Dusun Rattepadang, Desa Awo, Kecamatan Tammero’do Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kembali memaksa warga melakukan perbaikan secara swadaya.
Warga bergotong royong memperbaiki sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan paling parah, Jumat (7/8/2026). Mereka patungan membeli semen untuk menambal bagian jalan yang rusak agar masih dapat dilalui kendaraan dan mengurangi risiko kecelakaan.
Kondisi jalan tersebut disebut telah berlangsung selama beberapa tahun. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah serius sebelum akses menuju Dusun Rattepadang benar-benar terputus.
Seorang guru SD 31 Rattepadang, Suarman, mengatakan pemerintah kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat perlu segera memperhatikan kondisi jalan tersebut.
“Harapannya adalah bagaimana pihak pemerintah itu bisa menjadi tumpuan harapan bagi rakyatnya, salah satunya adalah membangun akses jalan yang layak untuk dilewati,” ujar Suarman kepada EnewsIndonesia.com.
Menurut Suarman, kerusakan jalan yang cukup ekstrem telah berulang kali menyebabkan pengendara mengalami kecelakaan.
“Kalau akses jalan yang ekstrem ini sudah banyak terjadi insiden kecelakaan. Saya pribadi sudah tidak terhitung mengalami insiden jatuh dari motor karena aksesnya begitu berbahaya,” katanya.
Suarman juga mengapresiasi kekompakan warga Dusun Rattepadang yang secara sukarela memperbaiki jalan tersebut.
Menurutnya, warga kembali mengumpulkan dana secara patungan untuk membeli material berupa semen guna menambal bagian jalan yang mengalami kerusakan.
Di lokasi kerja bakti, seorang warga yang enggan disebutkan namanya juga menyampaikan kekecewaannya terhadap pemerintah. Ia menilai persoalan infrastruktur tersebut menunjukkan masih kurangnya perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami sudah muak dengan janji palsu para kandidat legislatif dan eksekutif. Mereka hanya pintar bicara saat ada maunya, dan pada saat mereka telah duduk dan terpilih, mereka sudah tidak ingat lagi dengan ucapan dan janjinya itu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Awo, Samsul, membenarkan adanya kendala dalam realisasi sejumlah program pembangunan jalan di wilayahnya.
Ia menyebut kondisi tersebut salah satunya berkaitan dengan efisiensi anggaran dan adanya penyesuaian anggaran yang menurutnya berdampak terhadap program pembangunan desa.
“Dampak dari efisiensi anggaran yang terpotong karena dialihkan ke KDMP (Koperasi Desa Merah Putih), sehingga membuat beberapa program pembangunan tidak dapat terealisasikan,” ujar Samsul saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat siang.
Samsul mengatakan, pemerintah desa telah mengusulkan perbaikan akses jalan Dusun Rattepadang dalam Musrenbang sebagai salah satu prioritas sejak 2023.
“Selanjutnya kami berharap pemerintah Kabupaten Majene maupun pusat betul-betul memperhatikan jalan tersebut, karena kami sudah memasukkan di Musrenbang sebagai usulan prioritas pada tahun 2023 kemarin. Semoga di 2027 ini bisa segera terwujud atau direalisasikan,” katanya.
Warga berharap usulan tersebut tidak kembali berhenti pada tahap perencanaan. Mereka meminta pemerintah segera merealisasikan perbaikan jalan karena akses tersebut menjadi jalur penting bagi aktivitas sehari-hari masyarakat dan mobilitas kendaraan di Dusun Rattepadang.
(M. Kamil)






