Majene  

Momen Jambore Kader Posyandu Puskesmas Sendana 1

Foto: berpose bersama peserta jambore. (Dok. Aldo)

ENEWSINDONESIA.COM, MAJENE – Posyandu merupakan kegiatan dasar kesehatan yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dijalankan kader kesehatan sebagai garda terdepan di masyarakat.

Posyandu bertujua menurunkan angka kematian bayi (AKB), angka kematian ibu (ibu hamil), menurunkan angka stunting, melahirkan dan nifas, membudayakan NKBS (Norma Keluarga Bahagia Sejahtera), meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) serta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera.

Dinas kesehatan Kaupaten Majene melalui Puskesmas Sendana 1 menggelar Jambore Kader Posyandu selama 3 hari berturut-turut mulai tanggal 2 hingga 4 Agustus 2023.

Foto momen Jambore Kader Posyandu Puskesmas Sendana 1:

Kegiatan tersebut digelar di Desa Bukit Samang, Desa Limbua, dan Desa Binanga yang dihadiri bersama Camat Sendana, ibu ketua tim penggerak PKK kecamatan dan desa, beserta kasi PMD Kecamatan Sendana.

“Jambore kader merupakan apresiasi dan penghargaan kita kepada kader posyandu karena mereka adalah ujung tombak unsur kesehatan ditengah masyarakat,” tutur Darmawati kepala Puskesmas Sendana 1 kepada Enewsindonesia.com, Senin (7/8/2023).

Lebih lanjut Darmawati menyampaikan, peran kader secara umum adalah melaksanakan kegiatan pelayanan dan mensukseskan bersama masyarakat serta merencanakan kegiatan pelayanan kesehatan tingkat desa.

“Dalam jambore, kader kami berkomitmen bersama para kader untuk meningkatkan layanan di posyandu dengan menurunkan angka stunting di wilayah kerja Sendana 1 agar Majene bisa melahirkan generasi yang lebih sehat,” katanya.

“Mari kita bangun Majene lebih baik kedepannya sesuai visi misi Majene unggul, mandiri dan religius,” sambungnya.

Ditambahkannya, sebagai tanda terima kasih kami terhadap para kader dari Puskesmas Sendana 1, pihaknya memberikan pelayanan gratis.

“Kami akan berikan pelayanan gratis jika ada kader yang berobat baik itu rawat jalan atau pun rawat inap yang belum memiliki kartu BPJS untuk setiap kader,” pungkasnya.

(Arfan Renaldi)