ENEWS BONE •• Kasus yang mencoreng nama baik kepolisian yang dilakukan oleh Kasat Narkoba Polres Bone AKP Aswar saat menjadi perhatian serius sejumlah pihak. Dalam praktik atur damai pelaku Narkoba di Bone, diduga Aswar tak sendiri. Beberapa personel Sat Narkoba bahkan pihak atasan diduga ikut terlibat.
Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulsel, Riswan Rusandy menyampaikan bahwa pihaknya telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan intruksi PKC PMII Sulsel untuk ikut dan terlibat dalam pemberantasan Narkoba.
“Sesuai yang terjadi di kampung halaman kami sendiri di Kabupaten Bone, justru ada hal yang sangat disayangkan dengan beredarnya berita di media publik, dimana Kasat Narkoba Polres Bone itu sendiri melakukan pelanggaran dengan meminta uang atur damai untuk membebaskan tahanan Narkoba,” kata Riswan kepada ENews Indonesia, Ahad (16/3/2025).
Riswan menekankan kepada seluruh institusi terkhususnya kepada Kasat Narkoba yang baru untuk tidak mengulangi hal yang serupa.
“Kasat Narkoba Bone yang baru harus terbuka kepada seluruh organisasi untuk bersama-sama memerangi sampai tuntas predaran Narkoba di Kabupaten Bone, begitupun dengan Kapolres Bone yang baru,” harapnya.
Riswan menegaskan, semua elemen masyarakat di Kabupaten Bone memantau perkembangan kasus tersebut.
Ia berharap bagi pihak bersenang agar serius menuntaskan kasus yang mencoreng nama baik kepolisian itu.
“Jika polisi betul-betul serius ingin bernenah, maka usut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya,” tegasnya.
“Kami berharapa, para pengganti atau pejabat baru di Polres Bone untuk jujur dan transparansi dalam menjalankan tugasnya,” pungkasnya. (Redaksi)






