ENews, Wajo •• Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamaddukelleng Sengkang, Kabupaten Wajo memberi klarifikasi terkait tudingan etika pelayanan dan fasilitas di RSUD Lamaddukelleng buruk yang dilontarkan anggota DPRD Wajo, Ibnu Hajar.
Sekretaris Humas RSUD Lamaddukkelleng Sengkang, Andi Margariyanti mengatakan, pelayanan di RSUD telah sesuai dengan standard operating procedure (SOP).
“Kami telah memberikan pelayanan sesuai dengan SOP, hanya saja beliau yang terlanjur emosi sehingga sulit bagi kami untuk memberi penjelasan,” ucapnya kepada ENews Indonesia, Selasa, (14/10/2025).
Ia menjelaskan, awalnya pihak RSUD telah memberikan penjelasan terkait aturan bagi pasien yang ingin mengambil surat rujukan rawat jalan. Namun, penjelasan itu tidak diterima oleh oknum anggota Dewan tersebut.
“Saat itu kami sampaikan mekanisme dan aturannya, tapi dia malah mengatakan kami berbohong, bahkan salah satu dokter yang berupaya memberi penjelasan juga turut disuruh diam,” katanya
Tak ingin larut dalam perdebatan, pihak RSUD memustukan menghadirkan pihak BPJS untuk hadir dan memberikan penjelasan.
“Karna kami menghindari perdebatan maka kami memanggil pihak BPJS, dan setelah pihak BPJS menjelaskan barulah dia mengerti,” ujarnya.
“Kami pertegas bahwa apa yang disampaikan oleh pihak BPJS adalah kalimat yang telah kami sampaikan sebelumnya. Jadi kami bukannya tidak menyampaikan tapi beliau yang kurang fokus pada saat kami beri penjelasan,” sambungnya
Mirisnya, akibat peristiwa itu, salah satu staf pelayanan pendaftaran harus menanggung trauma mendalam hingga saat ini.
“Salah satu staf kami mengalami trauma, saat itu sempat histeris dan menangis karna rasa takut,” cetus, Andi Margariyanti
Sementara, Muhammad Saing yang juga merupakan Humas RSUD mengatakan, kejadian tersebut menjadi pelajaran untuk semua pihak agar ke depan tidak lagi terulang. Dirinya berharap semua pihak bisa saling menghormati dan mendengar sebelum bertindak.
“Ini adalah pelajaran berharga untuk kami dan semua pihak, kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Semoga ada hikmah dibalik semua ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ibnu Hajar yang merupakan anggota DPRD Wajo Komisi I Wajo dari fraksi Gerindra memprotes pelayanan di RSUD Lamaddukelleng.
mau mempertanyakan etika pelayan yang buruk dan mau mendapatkan informasi,” tulisnya Ibnu Hajar mengecam keras pelayanan dan fasilitas di RSUD Lamaddukelleng.
Ia mengungkapkan, pasien di RSUD tersebut kerap mengeluhkan sikap petugas jaga yang tak ramah dan ruangan medis yang tak layak.
“Sangat miris, seorang pasien di tempatkan di sebuah ruangan yang tak dibersihkan sebelumnya. Terdapat tumpukan barang di ruangan tersebut, layaknya sebuah gudang yang tidak terurus,” sebutnya.
Pada kesempatan yang lain kata dia, adapula keluarga pasien yang hendak mengajukan surat rekomendasi berobat jalan juga mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan dari oknum petugas jaga di loket pendaftaran.
Lebih jauh kata Ibnu Hajar, keluarga pasien juga tidak mendapatkan informasi akurat dari pihak RSUD Lamaddukkelleng tentang opsi lain terkait tata cara mendapatkan surat rujukan rawat jalan.
Ia menyesalkan, informasi yang semestinya disampaiakan oleh petugas pendaftaran justru disampaikan oleh pihak BPJS saat dirinya berkunjung di RSUD Lamaddukkelleng.
“Baru kami tahu, kalau misalkan ada pasien yang hendak berobat di Makassar bisa menggunakan surat rujukan dari puskesmas terdekat dari rumah sakit tujuan setelah mendapat informasi dari pihak BPJS,” ujarnya.
“Ini lucu, informasi ini harusnya diketahui oleh bagian pelayanan pendaftaran dan disampaikan kepada masyarakat, bukan malah langsung menolak tanpa memberi penjelasan yang lebih detail,” sambungnya.
(Andi Ikbal)






