ENEWS, Wajo  

Legislator Gerindra Soroti Etika Pelayanan dan Fasilitas di RSUD Lamaddukkelleng Sengkang

Foto: Anggota DPRD Wajo dari fraksi Gerindra, Ibnu Hajar. (Dok. A. Ikbal)

ENews, Wajo •• Salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, Ibnu Hajar viral di platform media sosial Facebook yang disebut mengamuk di RSUD Lamaddukelleng, Sengkang.

Hal itu terungkap dari unggahan salah satu akun anonim yang menyebut Ibnu Hajar mengamuk di RSUD Lamaddukelleng.



“Saya sungguh tidak nyaman tadi berobat di RSUD Lamaddukelleng, ada anggota dewan yang mengamuk di ruangan dokter karena alasan tidak membawa pasien seharusnya anggota dewan ini sudah tahu aturan pemerintah kenapa malah mengamuk arogan sampai orang tua saya kaget karena anggota dewan membanting pintu info namanya RSUD harus klrfksi. Saya edit postingan ini karena saya sudah tahu siapa namanya. Namanya ibnu hajar,” tulis akun anonim tersebut di grup FB @Ar-Rahman For Wajo, Jumat (10/10/2025).

Menanggapi postingan itu, Ibnu Hajar yang merupakan anggota DPRD Komisi I Wajo dari fraksi Gerindra mengaku tak ambil pusing.

“Akun (fb. Red) tidak jelas, yang jelas saya datang ke sana bukan mau melabrak aturan tapi mau mempertanyakan etika pelayan yang buruk dan mau mendapatkan informasi,” tulisnya Ibnu Hajar mengecam keras pelayanan dan fasilitas di RSUD Lamaddukelleng.

Ia mengungkapkan, pasien di RSUD tersebut kerap mengeluhkan sikap petugas jaga yang tak ramah dan ruangan medis yang tak layak.

“Sangat miris, seorang pasien di tempatkan di sebuah ruangan yang tak dibersihkan sebelumnya. Terdapat tumpukan barang di ruangan tersebut, layaknya sebuah gudang yang tidak terurus,” sebutnya.

Pada kesempatan yang lain kata dia, adapula keluarga pasien yang hendak mengajukan surat rekomendasi berobat jalan juga mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan dari oknum petugas jaga di loket pendaftaran.

Lebih jauh kata Ibnu Hajar, keluarga pasien juga tidak mendapatkan informasi akurat dari pihak RSUD Lamaddukkelleng tentang opsi lain terkait tata cara mendapatkan surat rujukan rawat jalan.

Ia menyesalkan, informasi yang semestinya disampaiakan oleh petugas pendaftaran justru disampaikan oleh pihak BPJS saat dirinya berkunjung di RSUD Lamaddukkelleng.

“Baru kami tahu, kalau misalkan ada pasien yang hendak berobat di Makassar bisa menggunakan surat rujukan dari puskesmas terdekat dari rumah sakit tujuan setelah mendapat informasi dari pihak BPJS,” ujarnya

“Ini lucu, informasi ini harusnya diketahui oleh bagian pelayanan pendaftaran dan disampaikan kepada masyarakat, bukan malah langsung menolak tanpa memberi penjelasan yang lebih detail,” sambungnya

Sebagai wakil rakyat, Ibnu Hajar meminta pihak RSUD mengedepankan etika pelayanan dan fasilitas untuk memberi kenyamanan bagi semua pasien.

Sementara, koordinator Ruang Pendaftaran, Abdur Rahim mengaku tidak mengetahui peristiwa tersebut secara utuh.

Ia menjelaskan bahwa pasien yang ingin mendapatkan surat rujukan rawat jalan di RSUD Lamaddukkelleng harus hadir langsung. Namun, bisa juga mengambil surat rujukan di puskesmas terdekat sesuai dengan petunjuk BPJS Kesehatan.

“Kalau di RSUD Lamaddukkelleng, pasien harus datang langsung, kalau tidak sempat datang, maka bisa mengambil rujukan di puskesmas yang dekat dari RS rujukan. Mungkin karena faktor kesibukan melayani banyaknya pasien sehingga petugas pendaftaran lupa menyampaikan kepada keluarga pasien,” terang, Abdur Rahim kepada ENews Indonesia, Jumat (10/10).

Jurnalis: Andi Ikbal





Tinggalkan Balasan