ENEWS, BANTAENG ••》Aksi unjuk rasa di depan Kantor ULP PLN Bantaeng, Sulawesi Selatan, Senin (14/9/2026), mendadak ricuh setelah api menyambar seorang pendemo yang membakar ban bekas menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.
Peristiwa itu terjadi saat massa menyampaikan protes terkait pemadaman listrik yang kerap terjadi di Kabupaten Bantaeng.
Dalam pantauan langsung jurnalis ENews indonesia di lokasi kejadian, terlihat seorang pendemo menyiramkan BBM jenis Pertalite ke ban bekas sebelum membakarnya. Padahal, sebelumnya personel pengamanan Polres Bantaeng telah mengingatkan agar ban tidak dibakar. Sempat terjadi aksi saling dorong antar pendemo dan pihak kepolisian.
Tak lama setelah api disulut, kobaran api tiba-tiba membesar dan menyambar tubuh pendemo. Pakaian yang dikenakannya ikut terbakar.
Situasi aksi seketika panik. Sejumlah personel kepolisian yang berada di sekitar lokasi juga terkena percikan api.
Petugas dan peserta aksi kemudian berupaya memadamkan api. Beruntung, kobaran api berhasil dijinakkan sehingga tidak menimbulkan insiden yang lebih besar.
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap persoalan pemadaman listrik yang dinilai semakin meresahkan masyarakat. Massa mendesak PLN memberikan solusi konkret terhadap gangguan pasokan listrik di Bantaeng.
Insiden tersebut menjadi peringatan bahwa penggunaan BBM untuk membakar ban di tengah kerumunan sangat berisiko. Api yang tiba-tiba membesar tidak hanya membahayakan pendemo, tetapi juga aparat dan warga yang berada di sekitar lokasi.
Jurnalis: Ismail L






