Pembangunan Rumdis Beberapa Puskesmas di Majene Tuai Kritik, Kejaksaan: Laporkan! Kami Akan Selidiki

  • Bagikan

ENEWSINDONESIA.COM, MAJENE – Pembangunan Rumah Dinas di beberapa puskesmas dibawah naungan Dinas Kesehatan Majene menuai kritikan dari masyarakat sekitar karena menggelontorkan anggaran yang cukup fantastis.

Diketahui, Rumah Dinas yang dibangun tersebut diantaranya: Puskesmas Totoli (1 paket/ Rp. 565.177.620), Puskesmas Banggae 2 (1 paket/Rp. 565.177.620), Puskesmas Lembang (1 paket/Rp. 565.177.620), dan Puskesmas Salutambung (1 paket/Rp. 565.177.620).

Salah satu warga yang  yang enggan disebut namanya, meminta kejaksaan dan DPRD Majene tepatnya komisi yang membidangi untuk bekerja sesuai dengan tugasnya masing – masing  dengan cara DPRD mengawasi dan Kejaksaan melakukan penyelidikan agar kecurangan dan korupsi tidak sampai terjadi dengan berpedoman kepada anggarannya.

“Besar anggarannya itu rumah dinas dan tidak satu titik jadi kalau tidak diawasi tidak menutup kemungkinan dapat terjadi kecurangan atau korupsi, salah benarnya dapat kita tahu kalau sudah diawasi dan periksa oleh yang berkewajiban. Jadi bagusnya ditanya Kadisnya, Pekerjanya dan Konsultannya,” harapnya, Kamis (13/1/2022).

Komisi 3 DPRD Majene, Syafaat melalui telpon Whatsapp mengatakan kalau ada masyarakat yang mau menyampaikan aspirasinya, disampaikan langsung ke kami secara formal supaya kami ada acuan untuk melakukan pemanggilan kepada pihak yang berhubungan dengan apa yang menjadi keinginan masyarakat.

“Kalau ada aspirasi masyarakat sampaikan saja ke kantor secara formal supaya ada acuan dan dasar kami,” kata Syafaat.

Dikonfirmasi terpisah, kepala seksi  tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri Majene, Muhammad Syafa SH menerangkan jika ada pelanggaran hukum atau indikasi korupsi dalam bentuk apa saja yang dicurigai atau ditemukan, dia berharap untuk segera dilaporkan ke pihaknya.

“Dilaporkan saja! Kalau ada indikasi kecurangan atau korupsi, itu sudah menjadi tugas kami menerima laporan dari masyarakat. Kami pasti tindak tegas kalau memang terbukti,” ujar Muhammad Syafa.

Namun Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Rahmat Malik belum menggapi hal ini.

“Saya lagi di Makassar,” ucapnya singkat melalui telpon seluler.

Penulis: Arfan Renaldi

Editor: Abdul Muhaimin
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *