Pembangunan Irigasi Mandek 10 Tahun, Warga Tandung Polman Nilai Pemerintah Abai

Foto: Saluran Irigasi di Desa Tandung yang tidak diperhatikan pemerintah selama satu dekade. (Dok. HW)

ENEWS, POLMAN •• Pembangunan saluran irigasi di Desa Tandung, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, mangkrak selama kurang lebih sepuluh tahun.

Akibatnya, sekitar 200 hektar sawah dari Dusun Tandung hingga Dusun Katinting mengalami kekeringan dan hanya mengandalkan air tadah hujan.

banner 728x250

Pemuda Desa Tandung, Adi Putra, menilai pemerintah abai terhadap persoalan tersebut meski berkali-kali disampaikan dalam berbagai forum resmi, baik di tingkat daerah maupun provinsi. Namun hingga kini, kata dia, belum ada langkah konkret.

“Masalah ini sudah kami suarakan berulang kali. Tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut nyata. Masyarakat menilai pemerintah tidak serius menjalankan tanggung jawabnya untuk kesejahteraan warga,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).

Adi menyebut berbagai janji pemerintah terkait pembangunan irigasi hanya berhenti pada retorika dan kembali mencuat saat momentum pemilu sebagai bahan kampanye, sementara realisasinya nihil.

Ia menegaskan bahwa irigasi merupakan kebutuhan dasar petani. Tanpa irigasi, kepastian musim tanam hilang, hasil panen menurun, dan pendapatan petani terus tertekan.

“Kondisi ini menunjukkan pemerintah gagal membaca kebutuhan masyarakat. Masalah dibiarkan berlarut-larut tanpa arah penyelesaian,” tambahnya.

Warga Desa Tandung kini menuntut langkah konkret mulai dari survei teknis, penetapan anggaran, hingga penyelesaian pembangunan irigasi yang dinilai vital bagi masa depan ekonomi desa.

“Setelah bertahun-tahun menunggu, masyarakat tidak lagi butuh janji. Mereka menunggu bukti keberpihakan pemerintah kepada petani,” tegas Adi Putra.

Jurnalis: Hasbi Waluyo





Tinggalkan Balasan