Mengapa Rahman Bando Menerima Pinangan APPI? Ini Lasannya

Photo : Diskusi Politik Sulsel Bersama Rahman Bando di Cafe Res_Publika Pettarani, Minggu, 5 April 2020

Enewsindonesia.com, Makassar – Kadis Pendidikan Kota Makassar, Dr. Abdul Rahman Bando (ARB) telah menerima pinangan Calon Walikota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi) untuk menjadi wakilnya di Pilwakot Makassar 2020.

Dilihat dari kapasistasnya sebagai birokrat senior dan ide-ide inovatifnya bagi pembangunan Kota Makassar, ARB sepatutnya cocok maju sebagai calon walikota, bukan wakil. Lalu apa alasan sehingga ia menerima pinangan menjadi wakil Appi?

 
 

“Kita harus mengukur diri, bukan mengukur semangat. Setiap level kepemimpinan ada ukurannya. Saya sadar level saya masih level wakil, bukan level walikota,” kata ARB dalam diskusi yang digelar Komunitas Wartawan Politik Sulsel di Café Res_Publica, Jalan AP Pettarani Makassar, Minggu, 5 April 2020

ARB sadar jika kemampuan birokrasi yang cemerlang semata, belum cukup untuk menetapkan diri maju sebagai calon walikota. Menurutnya masih banyak kemampuan-kemampuan lain yang perlu dia pelajari terlebih dahulu dari sosok Appi sebagai walikota selama dua periode ke depan.

“Ide-ide yang kita miliki mungkin dari perfektif orang lain kapasistasnya sudah pada level walikota. Tapi saya paham, bahwa Pak Appi memiliki kelebihan-kelebihan yang lebih dari cukup untuk menjadi walikota yang amanah. Dan saya juga tahu ada kekurangan pada sisi manajerial birokrasi yang bisa dilengkapi oleh saya sebagai wakilnya,” imbuh ARB.

Diskusi bertema “Kota Makassar Dimata Dr Abdul Rahman Bando” ini, turut menghadirkan beberapa pakar sebagai panelis. Diantaranya Prof Dr Muhammad Asdar dari Universitas Hasanuddin dan Dr Alam Tauhid Syukur dari Politeknik STIA LAN Makassar.

Kedua pakar ini menilai sosok ARB mampu membawa roda Pemerintahan Kota Makassar jauh lebih baik. Ide-ide inovatif dan solutif yang ditawarkan ARB mampu menjawab semua masalah yang dihadapi warga Kota Makassar hari ini.

“ARB ini adalah seorang pemimpin birokrasi (kepala Dinas) yang kreatif dan inovatif yang penuh dengan ide dan gagasan untuk melahirkan terobosan atas permasalahan yang dihadapi. Beliau juga merupakan Seorang pemimpin tranformatif yang bukan hanya dibelakan meja tapi seringkali turun dilapangan,” kata Alam, pakar kebijakan publik

Sejak awal karir sebagai PNS, lanjutnya, ARB adalah pegawai fungsional penyuluh yang setiap saat ada di lapangan. Dan masyarakat Makassar dengan segala kompleksitas permasalahannya membutuhkan sosok ARB yang pekerja keras dan inovatif.

“Kekuatan pemerintahan saat ini ada pada pemimpinnya (pemimpin politik dan pemimpin birokrasi) dan kebijakan yang baik hanya bisa diwujudkan apabila pemimpin memiliki kemampuan pekerja keras dan inovatif untuk mengakselerasi proses manajemen program dan kegiatan yang akan dilaksanakan,” imbuh Alam. ( HW)

Tinggalkan Balasan

error: waiittt