ENEWS, BONE •• Andre Brahim Tjahja (25), pemilik Toko Hongkong Tani yang menjual berbagai bahan pertanian di Kabupaten Bone resmi melaporkan oknum anggota polisi dari Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diduga memerasnya ke Propam Polda Sulsel.
Andre merupakan korban pemerasan yang diduga dilakukan oleh Ipda Arafat selaku Kanit 4 Tim Indak Ditreskrimsus Polda Sulsel bersama timnya.
Secara resmi Andre Brahim Tjahja didampingi LBH Makassar melaporkan oknum polisi Polda tersebut dugaan pemerasan dengan Nomor:
LP/B/790/VIII/2025/SPKT/POLDA SULAWESI SELATAN/ tanggal 12 Agustus 2025 pukul 16.49 Wita.
Dalam laporannya Andre menjelaskan bahwa Muh. Arafat dan timnya meminta uang sejumlah Rp50juta. Namun terjadi tawar menawar dan turun menjadi Rp25Juta hingga Rp15 Juta. korban menyanggupi permintaan oknum polisi tersebut dalam kondisi tertekan di angka Rp15 juta. Tak sampai di situ, oknum polisi ini juga meminta Rp2 juta per bulan.
Andre mengalami dugaan pemerasan sekira bulan April 2025 lalu. Kemudian Andre mengaku telah dimintai keterangan oleh Propam Polda Sulsel di Mapolres Bone pada Senin (2/6/2025) lalu.
Dari informasi yang dihimpun, oknum polisi yang diduga melakukan pemerasan disebut dari Polda Sulsel bernama Arafat dan Zamaluddin Zolong bersama beberapa anggotannya.
Para oknum polisi tersebut diduga kerap mencari pelanggaran pada para pedagang lalu diselesaikan dengan cara atur damai dengan membayar sejumlah uang.
Ada Upaya Framing Media Sosial Menjatuhkan Korban
Saat ditemui ENews Indonesia pada Ahad (17/8/2025) kemarin, Andre mengungkapkan adanya framing media sosial yang menggiring opini seakan-akan oknum polisi tersebut tidak melakukan pemerasan.
“Bahkan saya mengucapkan terimah kasih kepada para oknum polisi tersebut dalam postingan medsos itu. Itu tidak benar dan medsos tersebut tidak mengetahui persis masalah kami,” ujarnya.
“Mereka (pegiat medsos. Red) pun tak paham apa yang kami rasakan bahwa setelah kejadian itu orang tua kami meninggal dunia karena kaget didatangi beberapa orang yang berpakaian preman mereka itu Oknum polisi Polda Sulsel,” ucapnya kesal.
Andre menegaskan bahwa ia mengantongi sejumlah bukti yang cukup kuat untuk menguatkan laporannya.
Selain rekaman yang merekam saat dugaan pemerasan terjadi, ia juga menyatakan kesiapannya menghadirkan sejumlah saksi yang melihat langsung peristiwa tersebut.
“Saya siap membawa saksi dan menyerahkan bukti berupa rekaman yang menunjukkan permintaan uang secara langsung,” tambahnya.
“Jika beberapa hari ke depan tidak ada kejelasan terhadap kasus ini, saya siap melaporkan secara resmi kasus ini ke Propam Polri,” tegasnya.






