IMWA: Amali Bersatu Lawan Narkoba

Foto: Azhar Syam bersama Andi Singkeru Rukka saat menyampaikan wejangan-wejangan terkait narkoba di hadapan para pelajar. (Dok. Enews)

ENEWS BONE •• Ikatan Mahasiswa Wija To Amali (IMWA) menggelar Sosialisasi Anti Narkoba dengan mengangkat tema, “Amali Bersinar Bersatu Melawan Narkoba”.

Kegiatan digelar di Madrasah Aliyah (MA) Yapit Taretta, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone, Rabu (23/10/2024).



Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Kepala Sekolah MA Yapit Taretta Agustan Spd, Kapolsek Amali Iptu Sudirman, Kompol Subagyo dari BNNK Bone, dan Dr. Andi Singkeru Rukka didamping Azhar Syam SH MH dari Forum Bersama (Forbes) Anti Narkoba Bone.

Dalam pemaparannya, Kompol Subagyo menjelaskan tentang bahaya narkoba terutam kepada para pelajar.

“Permasalahan Narkoba di Indonesia terus meningkat karena kurangnya mobilisasi masyarakat dalam pencegahan,” terangnya.

“Pemberdayaan masyarakat Anti Narkoba merupakan upaya mobilisasi seluruh sumber daya yanga ada untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam melawan narkoba,” sambungnya.

Selain itu, Subagyo menyampaikan, saat ini pihaknya tidak mempunyai kewenangan terkait penyidikan tentang penyalahgunaan narkoba.

“Mulai tahun ini 2024, kami di BNNK tidak diberikan kewenangan untuk penyidikan, itu kewenangan pusat. Jadi kami terus melakukan pencegahan,” ujarnya.

Sementara, Dr. Andi Singkeru Rukka dari Forbes Anti Narkoba Bone menjelaskan Kecamatan Amali merupakan tempat para pemberani.

“Arungpone (raja zaman dahulu) menempatkan para pemberani di daerah ini, untuk menjaga perbatasan. Jadi orang-orang Amali itu para pemberani, tentunya harus berani melawan Narkoba,” tegasnya.

Mengapa demikian? Andi Singkeru menjelaskan bahwa Narkoba masuk di perbatasan dan akan merusak Wija To Bone (genarasi-genarasi Bone).

Andi Singke berharap warga dan pemuda di Amali turut berperan serta memberantas Narkoba terutama di wilayah Kecamatan Amali.

“Bone melahirkan pemimpin-pemimpin ternama di Indonesia. Semua itu bisa rusak karena narkoba. Jika kita biarkan dan acuh tak acuh, maka kita semua akan hancur, bukan pengguna narkoba itu saja,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Azhar Syam SH MH. Ia menjelaskan, semua sama di mata hukum.

“Siapapun pemakai Narkoba, baik itu polisi, politisi, dan lainnya semua diproses hukum. Janagan takut untuk melaporkan, jangan acuh tak acuh terhadapa peredaran narkoba di sekitarta. Karena acuh tak acuh ki’ akan meanghancurkan masa depan daerahta,” ujar Azhar.

Sementara, ketua umum IMWA, Sulfadly berterimaksih kepada para narasumber dan kepsek yang bersinergi hingga kegiatan ini terselenggara dengan baik.

“Kegiatan ini semata-mata kami laksanakan agar tanah Amali yang kami cintai ini terbebas dari Narkoba,” pungkasnya.





Tinggalkan Balasan