banner 728x250

Hadapi Gugatan di MK, Bawaslu Sulbar : Semua Bukti Sudah Kita Siapkan

Ketua Bawaslu Sulawesi Barat : Sulfan Sulo/ Document

Ketua Bawaslu Sulbar : Semua Bukti Sudah Kita Siapkan dalam menghadapi Gugatan Parpol di MK

Enewsindonesia.com, – Dalam menghadapi gugatan Parpol di Mahkamah Konstitusi, Bawaslu Sulbar telah melaksanakan Rakoor ke sejumlah Partai Politik (Parpol) di Wilayah Provinsi Sulawesi Barat, dengan jenis pemilihan yang berbeda yang telah memastikan untuk mengajukan Gugatan ke MK.

Berdasarkan penjelasan yang berhasil dihimpun, adapun Parpol yang mengajukan gugatan hasil Pemilu 2019 ke MK yakni di Kab. Mamasa ada Partai Nasdem untuk pemilihan DPRD Provinsi dan Partai Garuda untuk DPRD Kabupaten.

banner 728x250

Di Kab. Pasangkayu untuk tingkat DPRD Kab. di dapil Kecamatan Bambanlomutu serta Baras dan juga ada Gerindra untuk Tingkat Provinsi. Di Kabupaten Mamuju Tengah partai Hanura juga ikut untuk tingkat Kab. khususnya di Dapil Topoyo & Tobadak.

Sedangkan di Kab. Majene ada Partai Golkar untuk tingkat DPRD Provinsi dan terakhir PDI-P se Sulawesi Barat juga mengajukan gugatan untuk kursi DPR-RI

Menyikapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat Sulfan Sulo mengaku bahwa pihaknya secara kelembagaan telah siap menghadapi gugatan yang dilayangkan oleh Parpol tersebut.

“Kita sudah rakoor, semua bukti-bukti kita sudah siapkan semua,” ucap Sulfan Sulo, saat dikonfirmasi di Kantornya, Jum’at, 31/05/19.

Selain itu ia juga menambahkan, untuk posisi Bawaslu secara kelembagaan nantinya di MK hanyalah sebagai pemberi keterangan, karena yang ber status sebagai tergugat adalah Komisi Pemilihan Umum.

“Kita posisinya inikan, hanya pemberi keterangan saja, kan yang digugat ini KPU. Kita menjelaskan saja bahwa apakah betul, kalau misalnya masalah angkanya apakah angka yang disodorkan oleh pemohon itu tidak sesuai atau bagaimana,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa adapun tugas utama dari Bawaslu adalah semata-mata untuk membantu pihak MK, dalam mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi.

“Jadi kita ini, hanya membantu MK untuk memberi penjelasan, terhadap fakta yang terjadi di lapangan,” tutupnya. (MR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *