ENews, Polman •• Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka bersama Bupati Polewali Mandar (Polman), Samsul Mahmud menghadiri peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Selasa (21/7/2025).
Koperasi Merah Putih (KMP) itu diluncurkan secara serentak oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui virtual zoom se-Indonesia berpusat di Bentangan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah
Mengawali sambutannya, Bupati Polman menyampaikan dengan adanya Koperasi Merah Putih ini diharapkan dapat menjadi pilar dalam membangun kemandirian, keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan di tingkat desa dan kelurahan.
“Peluncuran 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan se-Indonesia menjadi momentum besar dalam memperkuat ekonomi kerakyatan yang berbasis lokal,” ujarnya.
Di kesempatan itu, ia mengajak kepada seluruh stakeholder, kepala desa, lurah, OPD teknis serta pelaku koperasi untuk benar-benar untuk memanfaatkan inisiatif ini.
“Mari kita menjadikan koperasi yang sehat yang inovatif dan adaktif serta mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang ada di Polman,” ajaknya.
Sementara Gubernur Sulbar, Suhardi Duka memaparkan bahwa dari 648 desa dan kelurahan di Sulbar sudah siap untuk beroperasi setelah di-launching serentak oleh Presiden Prabowo.
Gubernur Sulbar dan enam bupati di Sulbar akan melakukan pembinaan serta pemantauan langsung terhadap pelaksanaan kegiatan koperasi di masing-masing wilayah.
“Saya akan monitoringnya satu dua bulan. Saya akan turun melihat koperasi mana yang sudah berjalan dengan baik. Kalau ada hambatan-hambatannya maka kami akan selesaikan dengan baik,” ujarnya.
SDk sapaan akrab Gubernur Sulbar meyakini bahwa Koperasi Merah Putih yang ada di Sulbar tidak akan mendapatkan tantangan ekonomi, sisa manajemennya yang harus dikelola dengan baik secara profesional.
“Pengelolaannya harus dilakukan secara profesional dengan menggunakan sistem online, maka dibutuhkan sarjana-sarjana yang memahami Information Technology (IT) supaya koperasi itu bisa me-manage baik pesanan, laporan dan yang lainnya secara online. Itu yang kita lihat masih ada keterbatasan di Provinsi Sulbar terhadap SDM yang menguasai IT,” ucapnya.
SDk juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk bergabung menjadi anggota di Koperasi Merah Putih yang ada di daerahnya masing-masing. SDK meyakini Koperasi Merah Putih ini tidak akan rugi.
“Kalau ingin merasakan bagaimana Sisa Hasil Usaha (SHU) itu dibagi kepada anggota, ya, masuk sebagai anggota. Karena kalau tidak masuk tentu tidak dapat bagian,” kata SDK.
“Dengan demikian selain simpanan pokoknya, simpanan wajibnya, simpanan sukarela nya diperbesar supaya nantinya SHU-nya dia dapat paling besar. Dengan demikian beban kredit yang akan diberikan bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) tidak terlalu besar kalau pemupukan modal di anggota koperasi sudah besar,” pungkasnya.






