banner 728x250 . banner 728x250

Gaza Kembali Bergejolak Hingga Trump Dukung Israel 100%

Roket ditembakkan dari arah gaza ke israel, 5 Mei 2019 (Photo : Reuters)

Enewsindonesia.com – Gaza kembali bergejolak, sebanyak 200 roket yang melintas ke israel yang ditembakkan oleh pejuang palestina yang berada di jalur gaza, sabtu (4/05/19).

Gejolak ini menyusul gencatan senjata menjelang pemilihan Israel pada April lalu. Empat warga Palestina, termasuk dua militan Hamas, tewas pada Jumat (3/5) setelah serangan pejuang Palestina melukai dua tentara Israel.

banner 728x250

Serangan ini menandai peningkatan permusuhan kembali antara dua pihak, meskipun ada upaya oleh Mesir, dan PBB untuk menengahi gencatan senjata jangka panjang. Salah satu serangan udara telah menghantam kantor berita Turki Anadolu Agency di Gaza, yang memicu kecaman dari Istanbul.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, mengutuk serangan terhadap warga sipil. Ia menyebut serangan itu sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengeluarkan kecaman atas serangan kantor berita Turki, Anadolu

Melansir BBC mengutip pejabat di Gaza, sebanyak tiga warga Israel terluka akibat serangan roket, sementara tembakan Israel menewaskan empat warga Palestina termasuk seorang ibu dan bayinya. Namun, Israel mengakui ibu dan bayinya terbunuh oleh roket Palestina yang jatuh jauh dari sasaran.

Sementara Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan AS mendukung Israel 100 persen dalam pertempuran terbaru dengan Hamas di perbatasan Gaza.

Aksi serangan roket Palestina yang dibalas serangan udara Israel itu telah menewaskan empat warga sipil Israel dan sedikitnya 20 warga Palestina sejak Jumat (3/5). Ini adalah kematian warga sipil pertama di Israel akibat serangan lintas batas sejak 2014.

“Kepada penduduk Gaza — aksi-aksi teroris terhadap Israel ini hanya akan membawa lebih banyak penderitaan. Akhiri kekerasan dan bekerja sama menuju perdamaian — itu bisa tercapai,” kata Trump dalam cuitan di Twitter, Minggu (5/5).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memerintahkan militer untuk terus melancarkan “serangan besar-besaran” terhadap sasaran-sasaran Hamas di Gaza dalam pertempuran paling mematikan di sepanjang perbatasan dalam lima tahun.

Korban di Palestina termasuk seorang bayi 14 bulan dan bibinya yang, kata Hamas, tewas akibat serangan Israel. Namun, intelijen Israeli mengatakan mereka tewas akibat roket Palestina yang salah sasaran. Klaim kedua pihak itu belum bisa diverifikasi .

Sumber : Republika


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *