Dituding Membunuh Ibunya, Kendor Polisikan Penyebar Hoax: Saya Tahu Orangnya

Ilustrasi. (Ist)

ENEWSINDONESIA.COM, BONE — Pasca tertangkapnya terduga pelaku pembunuh Hj Dahlia, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan membuat geger warga Bone. Pasalnya, semenjak Hj Dahliah ditemukan tewas, beredar narasi bahwa pelaku pembunuhan adalah anaknya sendiri yang bernama Haedar alias Kendor.

Tak tanggung-tanggung, narasi yang beredar menyebut bahwa Kendor membunuh ibunya lantaran meminta uang namun tak dikabulkan.

banner 728x250      
 

Setelah polisi mengungkap pembunuh sebenarnya, narasi yang beredar di media sosial itu pun berangsur hilang tak berbekas.

Meskipun begitu, pihak keluarga korban pembunuhan Hj Dahliah tak terima tuduhan-tudahan miring tersebut. Hingga pihak keluarga Hj Dahliah bersepakat membawa hal ini ke ranah hukum tertanggal 20 November 2023 lalu.

Didampingi dua saudara perempuan dan seorang kakak iparnya, Kendor menyerahkan bukti tambahan berupa kesaksian terkait dengan siapa pemilik suara di rekaman atau voice note yang tersebar di media sosial, Rabu (29/11/23).

Kendor menyebut bahwa pihak keluarga telah mengantongi identitas pelaku sekaligus pemilik suara yang menyebut bahwa dirinya membunuh ibu kandungnya lalu pura-pura minta tolong.

“Saya tahu orangnya, saksi pun kami ada. Kalau bukan dia pelakunya saya berani dipenjara. Karena sudah jelas, mana lagi ada saksi yang dia temani saat menyebar rekaman itu,” ungkap Kendor.

Dalam rekaman suara yang dilaporkan terdengar seorang perempuan menjelaskan bahwa waktu sudah bantai ibu kandungnya ia (Kendor. Red) lari minta tolong.

“Waktunya sudahmi nabantai mamaknya lari ke pertamina (SPBU) mappaturung (Minta Tolong, red), bilang ada parangi mamaku (Hj Dahliah) ada darahnya, naluruika (saya diserang juga) jadi larika, padahal alena muno emma’na (Padahal dia sendiri yang bunuh mamaknya),” sebut wanita dalam rekaman suara tersebut.

Kendor memaparkan, sebelumnya seorang pria pernah mendatanginya lalu meminta maaf karena telah melingkari foto dirinya (menuduh pelaku pembunuhan. Red) lalu mengunggah di akun Facebook.

“Jadi sehari setelah pelaku ditangkap, orang itu datang minta maaf. Kami sekeluarga memaafkan, namun pelaku perempuan ini (yang menyebar rekaman dan narasi yang menuduh Kendor membunuh ibunya. Red) tidak pernah datang mengakui kesalahan. Jadi memang kami ingin diproses secara hukum hingga tuntas,” tutupnya.

Sementara itu, Kepolisian Resort Bone memastikan dalam waktu dekat akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi kasus laporan penyebaran hoax terkait tuduhan Kendor membunuh ibu kandungnya, Hj Dahliah.

Paur Humas Polres Bone, Iptu Rayendra Muchtar mengatakan, ketika panggilan pertama tidak hadir, maka penyidik akan melayangkan panggilan selanjutnya.

“Kalau undangan klarifikasi tidak hadir, bisa diundang lagi. Mungkin juga dalam waktu dekat ada anggota yang datangi saksi,” ungkapnya.

Kalau status kasus sudah naik ke penyidikan terus tidak mau hadir. Itu dua kali panggilan tak diindahkan, maka langsung dijemput.

“Memang kalau status kasus penyelidikan sifatnya klarifikasi bisa berulang dipanggil, tapi tetap diupayakan dihadirkan. Apabila status kasus sudah naik terus tidak mau hadir ya, itu bisa kita panggil paksa,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Dahliah ditemukan meninggal dunia dalam keadaan mengenaskan dengan jari tangan sebelah kanan terputus dan beberapa luka di badan bekas sayatan benda tajam pada Jumat (10/11/2023) lalu.

Dari keterangan anak lelaki korban bernama Haedar, saat kejadian dirinya ingin masuk ke rumah untuk minum.

“Saat di dalam saya tiba-tiba melihat orang tidak dikenal dengan parang terhunus. Pelaku mengejar saya juga tapi tersandung di dos air minum, lalu kabur. Saya sempat meminta tolong namun keadaan jalan masih sepi,” ungkap Hedar kepada Enewsindonesia.com.

Hingga pada Rabu (15/11/2023) Kaharman alias Asho terduga pelaku pembunuh Hj Dahliah (63) berhasil diringkus tim Unit Reskrim Polres Bone yang diback up Resmob Polda Sulsel dipimpin Kanit Resmob, Kompol Benny Pornika didampingi Panit I Iptu Sunardi. (Abdul Muhaimin)

banner 728x250   banner 728x250   banner 728x250  
Penulis: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan