News  

Dispusip Sulbar Dituding Bajak Novel “Daeng Rioso: Prahara Bumi Balanipa”

Foto: Sampul buku yang ditunjukkan pemilik hak cipta novel Daeng Rioso: Prahara Bumi Balanipa.

ENEWSINDONESIA.COM, MAMUJU ▪︎ Pemilik Karya Cipta buku novel Daeng Rioso: Prahara Bumi Balanipa, Adi Arwan Alimin geram terhadap adanya dugaan pembajakan hasil karyanya tersebut yang diduga dilakukan oleh pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Adi mengaku, dugaan ini muncul setelah ditemukan salinan buku novel yang diterbitkan tahun 2019.

banner 728x250      
 

“Dispusip Sulbar diduga kuat telah melakukan penggandaan paket pekerjaan pencetakan buku Daeng Rioso: Prahara Bumi Balanipa tertanggal 1 November 2019,” ungkapnya melalui keterangan resmi tertulisnya yang diterima redaksi Enews Indonesia pada Selasa 9 Juli 2024.

Adi menyampaikan bahwa karya ciptanya tersebut telah dicetak dan didistribusikan tanpa izin darinya.

“Sebagai penulis, maupun gerbang visual selaku penerbit resmi. Pemilik hak vipta menemukan dugaan pembajakan karya cipta ini akhir tahun 2023,” sebutnya.

Dijelaskannya, novel epos Daeng Rioso: Prahara Bumi Balanipa telah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Nomor Pencatatan: 000598135.

“Sebagai langkah awal untuk menyelesaikan permasalahan ini secara damai, kami telah mengirimkan tiga kali somasi kepada pihak Dispusip Sulbar. Somasi I, II, dan III telah dikirimkan pada [25 Maret 2024 Somasi I], [6 Mei 2024 Somasi II], dan [26 Juni 2024 Somasi III] berturut-turut,” jelasnya.

Sayangnya lanjut Adi, hingga saat ini pihaknya belum menerima respon yang berarti dari pihak Dispusip Sulbar.

“Hal yang sangat kami sesalkan, mengingat pentingnya penghargaan terhadap hak cipta dan hak kekayaan intelektual,” katanya.

Adi menegaskan, tindakan pembajakan tersebut tidak hanya merugikan penulis dan penerbit secara materiil dan immaterial, tetapi juga merusak industri perbukuan secara keseluruhan.

Bila dugaan pelanggaran ini dibiarkan kata Adi, akan mengancam masa depan generasi penulis di Sulawesi Barat.

“Kami mengimbau pihak Dispusip Sulbar untuk segera memberikan klarifikasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah ini. Kami tetap berharap agar masalah ini dapat diselesaikan secara damai dan sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya.

“Apabila dalam waktu dekat tidak ada respons yang memadai dari pihak terkait, kami akan mempertimbangkan untuk menempuh langkah hukum lebih lanjut demi melindungi hak-hak kami,” kuncinya.

banner 728x250   banner 728x250   banner 728x250  
Editor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan