ENews, Sidrap •• Sebuah kendaraan roda empat berjenis Mitsubishi Expander berwarna hitam terparkir di sebuah lorong di wilayah Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap dengan beberapa lubang bekas tembakan senjata api.
Dari informasi warga setempat menyebutkan bahwa mobil tersebut sebelumnya dikendarai oleh terduga pelaku pengedar narkoba yang sedang dikejar oleh petugas dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan (Sulsel).
Saat dikonfirmasi ENews Indonesia, salah seorang anggota BNNP Sulsel membenarkan hal tersebut.
Hal itu bermula saat tertangkapnya pelaku narkoba berinisial AO terkait narkoba jenis ekstasi pada hari Selasa tanggal 14 Oktober 2025 sekitar pukul 15.00 Wita di Perumahan Gardenia Sudiang No. 3 Jl. Asrama Haji Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar.
“AO diringkus bersama barang bukti 94 butir pil ekstasi berbungkus plastik warna kuning bertuliskan Haineken dan satu unit telepon genggam,” kata salah seorang anggota BNNP Sulsel kepada ENews Indonesia, Jumat 17 Oktober 2025.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, dari hasil interogasi, barang haram tersebut akan dikirim oleh seseorang yang berada di wilayah Siwa ke pelanggannya.
Lalu sekira pukul 11.30 Wita Personel Bidang Berantas & Intelijen BNNP Sulsel melakukan control delivery (teknik penyelidikan di mana aparat membiarkan barang ilegal dikirim ke tujuannya dengan pengawasan ketat) di Jalan Poros Parepare-Sidrap.
“Teman-teman yang sedang melakukan control delivery dari Siwa ini berhenti di perbatasan Parepare – Sidrap. Intinya kita sudah menemukan bukti bahwa pelaku ini akan menerima. Pelaku ini melakukan komunikasi (menelepon dan siap menerima),” ungkapnya.
Pada saat akan dilakukan serah terima kepada pelaku yang berinisial RF dan HR pihak BNNP Sulsel bersiap melakukan penggerebekan dengan memberi tembakan peringatan sebanyak dua kali.
“Jadi tembakan peringatan 2 kali, tembakan ke ban dan bodi samping 5 kali. Tembakan ke ban itu meleset. Memang tujuan kami mau memberhentikan mobil itu bukan sasarn langsung ke pelaku. Anggota kami sebelumnya sudah menyebar di lokasi namun pelaku berhasil lolos dari kejaran dan meninggalkan kendaraannya,” bebernya.
Saat ini, pihak BNNP Sulsel masih melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku yang melarikan diri ke dalam hutan.






