Majene  

Akses Tiga Desa di Tutar Polman Lumpuh Akibat Jalan Rusak

Foto: Kondisi salah satu jalan di Tutar, Polman. (Dok. Kamil)

ENEWS, POLMAN ••》Warga Kecamatan Tutar (Tubbi Taramanu), Kabupaten Polewali Mandar, mengeluhkan kondisi jalan rusak parah yang menjadi satu-satunya akses menuju tiga desa, yakni Desa Besoangin Induk, Desa Besoangin Utara, dan Desa Ratte.

Sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan, warga dari tiga desa tersebut bersama sejumlah aliansi masyarakat menggelar kerja bakti perbaikan jalan pada Sabtu, 17 Januari 2026.



Foto: Warga dari tiga desa tersebut bersama sejumlah aliansi masyarakat menggelar kerja bakti perbaikan jalan pada Sabtu, 17 Januari 2026.
warga dari tiga desa tersebut bersama sejumlah aliansi masyarakat menggelar kerja bakti perbaikan jalan pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Akses jalan yang paling parah berada pada jalur Tibung–Limboro dengan jarak sekitar 7–8 kilometer.

Namun, jarak tersebut harus ditempuh selama 3 hingga 4 jam akibat kondisi jalan yang ekstrem dan nyaris tidak bisa dilalui kendaraan. Sementara jarak Limboro–Pallapa, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, mencapai sekitar 17 kilometer.

Sekretaris Desa Besoangin Induk, Ansar, mengatakan bahwa kegiatan kerja bakti tersebut melibatkan bukan hanya warga tiga desa, tetapi juga tukang ojek dari Limboro Rambu-Rambu, tukang ojek dari Bokdi Tullu Bulan, serta para sopir hartop (jeep).

“Sudah lebih dari satu bulan para sopir hartop tidak berani melintasi jalan ini karena kondisi yang sangat berbahaya. Mereka khawatir kendaraan terguling atau mengalami insiden,” ujar Ansar saat dikonfirmasi Enews melalui WhatsApp.

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak berat juga membuat pengendara biasa enggan melintas. Saat ini, satu-satunya moda transportasi yang masih beroperasi adalah jasa ojek, karena para pengojek sudah terbiasa dan memiliki keberanian serta kemampuan melewati medan ekstrem tersebut.

Adapun tarif ojek menuju tiga desa bervariasi tergantung jarak tempuh:

– Desa Besoangin Induk: sekitar Rp150.000

– Desa Besoangin Utara: sekitar Rp200.000

– Desa Ratte: berkisar Rp240.000 hingga Rp300.000

“Harapan kami di tahun 2026 ini, pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, khususnya Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene, benar-benar memperhatikan pemerataan pembangunan, terutama bagi kami yang berada di tiga desa ini,” kata Ansar penuh harap.

Jalur tersebut diketahui menghubungkan dua kabupaten, yakni Polewali Mandar (Tutar) dan Majene (Sendana), serta menjadi akses utama pengangkutan hasil panen warga menuju Kabupaten Majene.

Karena belum ada kepastian kapan perbaikan jalan akan direalisasikan, warga memilih bersatu dan membangun sinergi melalui kerja bakti sebagai satu-satunya upaya untuk mempertahankan akses mobilitas.

Lebih memprihatinkan lagi, Ansar mengungkapkan bahwa pasien dari tiga desa harus dievakuasi dengan cara ditandu untuk dibawa ke RSUD Andi Depu Polewali Mandar. Bahkan, jalur tersebut juga kerap dilalui untuk mengantar jenazah.

“Kami sudah sering menandu pasien bahkan jenazah melewati jalur ini,” tutup Ansar dengan nada sedih. (Kamil)





Tinggalkan Balasan